DKP Ajak Warga Bersih-Bersih Pantai

Beltim – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengelar Gerakan Sadar Bersih Laut, di Pantai Nyiur Melambai, Desa Lalang, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Sabtu (13/6/2015). Kegiatan yang bertujuan menjaga keberlanjutan sumberdaya alam bahari tersebut melibatkan sejumlah stakeholders.

Sarjulianto Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, gerakan ini merupakan salah satu program DKP yang telah berlangsung sejak tahun 2011. Tahun ini kegiatan bersih laut difokuskan di Pantai Nyiur Melambai. Aksi gerakan bersih laut ini diharapkan dapat memberikan efek positif.

“Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur, stakeholders mulai dari pelajar, unsur Muspida TNI - Polri dan masyarakat sekitar pesisir,” kata Sarjulianto, Sabtu (13/6/2015).

Peserta kegiatan memilah sampah organik dan non organik yang ada di Pantai Nyiur Melambai. Sarjulianto menjelaskan, gerakan ini hendaknya dapat menjadi momentum meningkatkan kepedulian dan kelestarian terhadap potensi bahari. Sebab sektor wisata bahari telah menjadi ikon Bangka Belitung, sehingga harus bersih dan nyaman.

"Adanya kegiatan ini membuat lingkungan pantai menjadi bersih. Pengunjung pasti merasa nyaman kalau pantainya bersih," kata Sarjulianto.

Hal senada diungkapkan Talafuddin Sekda Kabupaten Beltim. Ia mengatakan, kegiatan bersih pantai dapat menjadi budaya masyarakat pesisir pantai di Beltim. Pemeritah Kabupaten Belitung Timur peduli dan butuh kerja sama semua pihak membantu menjaga eksistensi potensi bahari.

"Pelajar juga ikut kegiatan ini. Bagus sekali, melalui dunia pendidikan kami mencoba memberikan pemahaman pentingnya menjaga lingkungan," ungkapnya.

Ingin Lingkungan Bersih

Usia tak menyusutkan semangat menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Tanpa harus dibayar, Sahri Yazid (70) pria asal Desa Lalang Belitung Timur ini terus menjaga kebersihan Pantai Nyiur Melambai. Selain menjaga kebersihan, pria ini bersama rekan-rekannya juga melakukan penanaman mangrove.

Setelah memasuki masa pensiun dari salah satu perusahaan timah di tahun 1995, Yazid semakin gencar menjalankan aktivitas melestarikan lingkungan. Setidaknya ada sekitar 200 batang mangrove berhasil ditanam. Kegiatan menanam mangrove tersebut karena ingin ikan dan udang tetap berkembang biak di Pantai Nyiur Melambai.

Cukup banyak manfaat tanaman mangrove. Menurut Yazid, kawasan mangrove menjadi lahan mencari ikan dan udang. Untuk itu, lingkungan pantai harus tetap bersih, sehingga keberadaan ekosistem pesisir tetap terjaga. Sebab jika objek wisata pantai bersih, wisatawan juga senang datang ke sini.

“Jika banyak wisatawan, warga bisa dagang di sekitar pantai,” jelasnya saat mengumpulkan sampah organik dan non organik di sekitar pesisir pantai.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Imelda Ginting
Editor: 
Huzari