DKP Babel Gelar Forum Data Statistik Perikanan Budidaya Tingkat Provinsi Tahun 2019

Pangkalpinang - Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Belitung melalui Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya dan Pengolahan Hasil Perikanan (BPUPB dan PHP) menggelar rapat kegiatan Forum Data Statistik Perikanan Budidaya Tahun 2019 Tingkat Provinsi  di Lantai II Kantor DKP Babel Air Itam, Pangkalpinang Senin (18/2).
 
Hadir dalam rapat ini, narasumber dari Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Bidang Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan  Babel, Hidayat Hamami, dan para validator  dari kabupaten / kota yang membidangi. Dalam sambutannya Hidayat Hamami mengatakan keberadaan data yang akurat dan informasi dari berbagai sumber, baik kabupaten/kota, kementerian dan lembaga akan memaksimalkan kebijakan-kebijakan yang dilahirkan pemerintah.
 
“Dengan adanya data, maka pemerintah atau pihak-pihak lain yang berkepentingan dapat menggunakan data sebagai bahan perencanaan pembangunan ekomonomi dan untuk menjelaskan dinamika perekonomian daerah. Misal dengan melihat kecenderungan pola musiman dalam pertumbuhan ekonomi pada kurun waktu tertentu,”lanjutnya.
 
“Dengan upaya progresif yang telah dilakukan secara bersama-sama dengan semua stakeholder perikanan budidaya, diharapkan dapat diurai dan dibahas secara komprehensif melalui penyajian data dan statistik perikanan budidaya yang valid, terkini, dan terpercaya”, imbuhnya.
 
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan , Kasubbag Perencanaan DKP Babel, Fhores Fherado menambahkan, berdasarkan Data  Produksi pada Semester I Tahun 2018, Kabupaten Bangka Selatan memperoleh hasil produksi tertinggi sebesar 758,677.44 kilogram dan Kabupaten Belitung Timur memperoleh hasil  terendah yakni  88,824.36 kilogram. Sedangkan Data Produksi pada Semester II didapat hasil tertinggi oleh Kota Pangkalpinang yaitu 3,312,348.00 kilogram dan Kabupaten Beltim mengalami peningkatan di angka  292,502.34 kilogram.“Upaya yang akan ditempuh pemerintah untuk menaikkan angka produksi dalam budidaya ikan ini dengan melakukan sinergi bersama masyarakat dengan meyakinkan dan memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat”,ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Statistisi Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Sri Budi Utami, SE menjelaskan apa saja peran seorang Validator diantaranya melakukan validasi data agregat perhitungan produksi provinsi (untuk validator Dinas Provinsi), memberikan masukkan atau usulan perbaikan atas data sampling dan listing dengan berdasarkan fakta aktual dilapangan.
 
“Seorang validator juga harus bersedia membantu pengelola data dari responden yang sulit ditemui, mengecek faktor-faktor lain yang secara khusus dapat mempengaruhi hasil produksi , contoh: bencana alam, musim yang tidak mendukung, dsb”, ujarnya.
Dalam paparannya , dia juga menjelaskan tentang pengklasifikasian antara pembenihan, pembesaran, dan pembudidayaan ikan hias. Serta yang menjadi wadah usaha budidaya seperti wadah usaha rumput laut, wadah jaring apung laut, wadah jaring apung tawar perairan umum, serta wadah tambak.
 
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Reni Pebrianti (Pranata Humas DKP)
Fotografer: 
Reni Pebrianti (Pranata Humas DKP)
Editor: 
Fitra