DKP Babel Gelar Rapat Koordinasi Bahas Budidaya Vannamei

Pangkalpinang- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder terkait dalam rangka percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan, khususnya pengembangan investasi tambak udang.  
 
Sekretaris DKP Babel, Harun menerangkan rapat koordinasi  dilakukan untuk menyinkronkan data  serta mencari kesepakatan dan kesepahaman mengenai alokasi pengembangan kawasan untuk perikanan budidaya. "Terutama untuk penetapan kawasan kita harus duduk bersama agar  jelas kawasan mana saja yang bukan termasuk hutan lindung atau area terlarang lainnya yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan budidaya khususnya budidaya udang vannamei," ujar Harun, Senin (15/04/2019), di Kantor DKP Babel.
 
Menurut Harun udang vannamei yang memiliki nama latin litopeneaus vannamei merupakan salah satu jenis  udang introduksi yang akhir-akhir ini banyak diminati. "Banyak yang minat untuk investasi udang vannamei  karena memiliki keunggulan tersendiri seperti pertumbuhannya yang relatif cepat, tahan penyakit dan punya nilai ekonomis yang cukup tinggi," imbuhnya.
 
Di wilayah Bangka Belitung, Kabupaten Bangka memiliki lahan terluas untuk budidaya vannamei. Tercatat terdapat 24 petambak dengan luasan 556 ha dan produksi sepanjang  tahun 2018 sebesar 1.050.776 kg. 
 
"Paling banyak tambak vannamei di Kabupaten Bangka dan  Pangkalpinang, namun tidak menutup kemungkinan daerah lainnya asal sudah ada kepastian status kawasan jadi lebih mudah kedepan untuk pengembangannya," tutupnya.
 
Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya dan Pengolahan Hasil Perikanan, Subantoro mengaku optimis budidaya vannamei dapat berkembang pesat di Babel. "Potensinya besar, optimis nanti vannamei bisa jadi komoditas andalan di Bangka Belitung," tandasnya. 
 
Rapat koordinasi dihadiri oleh perwakilan Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Babel,Dinas Perikanan kabupaten/ kota, Bappeda Provinsi, Bappeda Kabupaten/ Kota dan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan di Kepulauan Bangka Belitung.
 
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Mutiah ( Pranata Humas DKP)
Fotografer: 
Mutiah (Pranata Humas DKP)
Editor: 
Fitra