DP3ACSKB BABEL FASILITASI PELATIHAN PARENTING ERA DIGITAL BAGI AKTIVIS PERLINDUNGAN ANAK TERPADU BERBASIS MASYARAKAT (PATBM)


PANGKALPINANG-- Saat ini, penggunaan internet telah menyebar dengan pesat tanpa memandang wilayah desa maupun kota yang memiliki dampak positif dan negatif terutama bagi anak-anak. 

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti saat membuka Pelatihan Parenting Era Digital Bagi Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Hotel Novotel Selasa (15/10/2019).

"Jika digunakan secara positif, internet bisa menawarkan informasi yang bermanfaat menambah pengetahuan dan membuat anak menjadi kreatif, namun jika disalahgunakan dan tanpa pendampingan orang tua bisa membawa dampak negatif yakni terpapar hal-hal yang tidak latak bagi anak", jelasnya. 

Susanti menambahkan bahwa kesenjangan antara orang tua dan anak bisa memperparah dampak penggunaan teknologi dan internet, dimana anak lebih tangkas dalam menggunakan internet dibanding orangtua sehingga menjadi kesulitan tersendiri bagi orangtua dalam melindungi anak, sehingga anak lebih rentan terhadap kejahatan dunia maya. 

"Kita patut bersyukur karena di Bangka Belitung ini telah ada model desa anti pornografi yakni desa Lubuk Pabrik dan desa Sungai Selan dan saya harap ini bisa berkembang dan menjadi inspirasi desa lain di Babel dengan dukungan kader PATBM yang tersebar di 90 desa", tambahnya. 

Susanti berharap para peserta dapat bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini sehingga ilmu  yang didapat bisa dibagikan dan diimplementasikan di masyarakat sehingga upaya pencegahan, penanganan dan pemanfaatan internet bisa lebih bijaksana dan bermanfaat. 

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
Lisya Ayu