DPPPA Babel Adakan Pelatihan untuk Forum PUSPA

PANGKALPINANG -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlungungan Anak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Pelatihan PUG dan PUHA bagi Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Daerah se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Puncak Hotel Pangkalpinang terlaksana mulai 13 hingga 15 Agustus 2019.

Kegiatan ini dibuka oleh Yanuar, Asisten 3 Bidang Perekonomian dan  Pembangunan, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hadir sebagai narasumber pelatihan ini, Anggota Forkomnas Kementerian PP PA RI, Aida Milasari.

Melalui Pelatihan Pengarusutamaan Gender (PUG) Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) Bagi Anggota Forum Komunikasi Puspa Daerah.
Pelatihan ini mengangkat tema, Kita Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Daam Mengatasi Permasalahan Perempuan dan Anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Ketua pelaksana, dalam laporannya mengatakan pelaksanaan kegiatan ini bermaksud meningkatan pemahaman yang sama bagi anggota forum komunikasi PUSPA Daerah se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terutama dalam hal pengarusutamaan gender dan pengarusutamaan anak. 

Dengan metode atau strategi yang digunakan, melalui PUSPA sebagai partisipasi masyarakat dalam rangka mempercepat PUG dan PUHA, pelatihan ini diharapkan dapat mengajarkan metode-metode komunikasi yang paling optimal digunakan saat implementasinya dalam masyarakat. 

Menurutnya, PUSPA di Babel telah dibentuk di 5 (lima) kabupaten/ kota, diantaranya Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang. 
“Insyaallah pembentukan PUSPA akan menyusul untuk 2 (dua) Kabupaten yang belum terbentuk”, jelasnya dalam laporan. 

disambut baik oleh Asisten 3, Yanuar yang mengatakan harapannya atas terbentuknya Forum PUSPA ini, bahwa tidak ada lagi masyarakat kita khususnya perempuan dan amak yang mendapatkan perlakuan tidak seimbang.

“Kaum perempuan saat ini tidak lagi seperti dulu, ada kesamaan antara laki-laki dan perempuan atas hak dalam mengekspresikan kemampuannya. Demikian juga atas hak seorang anak sama dengan anak lainnya”, tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nona Dian Pratiwi
Editor: 
Padli