Dua Agenda Penting Wisata Babel di 2016, SiapTarik Wisatawan

Pangkalpinang - Berbagai cara memajukan pariwisata Babel. Berbagai agenda disiapkan dan diterapkan untuk menarik wisatawan agar datang ke destinasi wisata di Babel. 

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kep Babel memiliki dua agenda penting ditahun kalender 2016 untuk menarik kunjungan wisatawan ke Babel. "Dua agenda itu adalah pada saat bulan Maret 2016 yang diketahui akan terjadi fenomena alam Gerhana Matahari Total yang titik koordinatnya di Belitung dan Sail Karimata," kata K.A Tajuddin Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Provinsi Kep Babel saat memberikan konferensi pers di Ruang Media Center Diskominfo, Jumat (02/10).

Tajuddin mengatakan bahwa Gerhana Matahari Total ini merupakan fenomena alam yang terjadi 40 tahun sekali, dan pada 2016 titik koordinatnya ada di Belitung. Untuk GMT 2016,  Dinas Kebudayaan dan Periwisata Provinsi sudah melakukan persiapan beberapa program paket wisata. Hingga saat ini sudah banyak komunitas yang mendaftarkan diri untuk menyaksikan fenomena alam ini terutama dari negara Amerika.

"Program ini diharapkan dapat bermanfaat dan akan terus dipromosikan guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bangka Belitung baik mancanegara maupun domestik," jelasnya.

Selain GMT 2016, Sail Karimata menjadi agenda kedua terpenting pada tahun 2016 mendatang. Dijelaskan Tajuddin bahwa Sail Karimata akan dipusatkan di Kalimantan yang mendatangkan wisatawan dari berbagai negara ke Indonesia, dan Belitung akan menjadi salah satu tempat persinggahan para wisatawan mancanegara. 

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan perekonomian Bangka Belitung. Masyarakat Bangka Belitung dapat mengambil kesempatan untuk memberikan pelayanan di bidang transportasi, jasa, kuliner dan sebagainya," tambahnya.

Saat sesi tanya jawab, wartawan dari LKBN Antara menanyakan mengenai upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian Bangka Belitung di bidang pariwisata dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) pada Desember mendatang. Menjawab pertanyaan ini, Tajuddin menjelaskan saat ini pemerintah khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah melakukan program sertifikasi untuk 200 tenaga kerja di sektor pariwisata dari berbagai profesi. 

"Targetnya 2016 mendatang sebanyak 250 orang lagi akan mendapatkan sertifikasi tenaga kerja melalui proses sertifikasi seperti bimbingan teknis, ujian sertifikasi dan sebagainya. Dengan harapan para tenaga kerja ini dapat memiliki kemampuan bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain," harapnya.

Sementara saat disinggung mengenai pengaruh krisis ekonomi terhadap sektor pariwisata di Bangka Belitung, Tajuddin menjelaskan bahwa berdasarkan data statistik yang ada krisis ekonomi tidak berpengaruh bagi wisatawan khsususnya wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bangka Belitung. Harga dolar yang semakin tinggi dinilai memberikan dampak positif bagi wisata Indonesia. 

"Dengan keadaan saat ini justru semakin banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Karena nilai tukar dolar ke Indonesia dinilai sangat terjangkau oleh wisatawan mancanegara," jelasnya.

Kendati demikian, Tajuddin berharap krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia tidak berlangsung dalam waktu yang lama. Karena bagaimana pun, krisis ekonomi juga memiliki dampak negatif khususnya bagi masyarakat Indonesia sendiri.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari
Fotografer: 
Fajrina Andini