DWP Babel Berbagi Kasih di YPAC

Pangkalpinang – Anak-anak penderita cacat harus mendapat perhatian khusus. Baik dari pemerintah, BUMN atau organisasi masyarakat lainnya. Perhatian hendaknya tidak hanya diberikan secara kelembagaan, sebab setiap pribadi seseorang mempunyai belas kasih kepada sesama.

Demikian dikatakan Yanti Anita Syahrudin Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menyampaikan bantuan di ruang pertemuan Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Penderita Anak Cacat (YPAC) Pangkalpinang, Senin (14/11/2014).

Sekitar 104 murid dari tingkat SD sampai SMU dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Penderita Anak Cacat (YPAC) hadir pada kegiatan penyerahan bantuan operasional yang diberikan DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kita diharapkan dapat membantu, memperhatikan anak-anak YPAC ini baik secara pribadi maupun organisasi,” sarannya.

Bantuan yang diberikan kepada pihak Yayasan Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Pangkalpinang diharapkan dapat bermanfaat. Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan HUT ke 15 DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Setelah ini DWP juga akan melaksanakan kegiatan donor darah yang dilaksanakan di sekretariat DWP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” jelasnya.

Andi Fikri Ketua Yayasan SLB YPAC Pangkalpinang menilai penyerahan bantuan operasional ini sangat bermanfaat. Ia menambahkan, SLB YPAC Pangkalpinang sangat jarang mendapatkan perhatian, dengan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan dapat membangun hubungan cinta kasih antar sesama.

“Dulu kami memiliki asrama untuk anak-anak. Namun dikarenakan minimnya anggaran, akhirnya asrama kami tutup. Dan saat ini hanya sekolah saja,” jelasnya.

Kehadiran sekolah khusus ini diprakarsai dokter-dokter dari Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) sejak 69 tahun lalu. Ia menambahkan, gedung sekolah yang saat ini menjadi tempat anak-anak belajar telah dihibahkan oleh PT Timah. Terdapat empat jenis program unggulan di SLB YPAC Pangkalpinang di antaranya, rehabilitasi sosial, rehabilitasi pendidikan, rehabilitasi kesehatan dan rehabilitasi keterampilan.

Hingga saat ini terdapat sekitar 104 siswa mendapatkan pelayanan dari YPAC. Lebih jauh ia menjelaskan, sejumlah siswa tersebut menempuh pendidikan di tingkat SD sampai SMU. Sedangkan untuk tenaga pengajar ada 12 orang di antaranya, enam orang guru PNS dan enam guru lainnya dari yayasan.

“Gaji guru yayasan memang lebih minim dari upah minimum provinsi. Ini dikarenakan keterbatasan anggaran. Namun semangat dan jiwa sosial guru luar biasa, sehingga mampu bertahan di sini,” ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina | Nona Dian Pratiwi
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi | Fajrina
Editor: 
Huzari