Empat Tahun Lagi Penduduk Babel 1,5 Juta Jiwa

Bangka Tengah – Diprediksi jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tahun 2020 berjumlah 1.517.590 jiwa. Sementara tahun ini Bappenas memproyeksikan pertumbuhan jumlah penduduk berada diangka 1.401.827 jiwa. Jika melihat jumlah penduduk tahun lalu yang hanya 1.372. 813, peningkatan jumlah penduduk saat ini tidak terlalu signifikan.

“Jika tidak terkendali, tahun 2020 jumlah penduduk di Bangka Belitung diangka 1.517.590 jiwa,” kata Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2016 di Novotel Bangka Hotel dan Convention Centre, Bangka Tengah, Kamis (26/5/2016).

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan serah terima hibah tanah dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Perwakilan  BKKBN Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu dilakukan penandatangan MoU antara Perwakilan BKKBN Kepulauan Bangka Belitung dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak Muhaya Pangkalpinang.

Untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas, Gubernur mengharapkan semua stakeholders mempunyai komitmen tinggi, bersinergi dan berkoordinasi mengimplementasikan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga di semua tingkatan wilayah. Selain itu, peran aktif seluruh jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus meningkatkan.

“Memperkuat kerja sama dengan seluruh mitra atau stakeholders untuk dapat mencapai sasaran. Seluruh kegiatan-kegiatan prioritas tahun ini harus dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya, mulai tingkat provinsi, kabupaten, kota, kecamatan dan desa yang merupakan ujung tombak. Rakor ini merupakan kegiatan strategis BKKBN mencapai nawacita Presiden,” jelasnya.

Nawacita ketiga yakni membangun Indonesia dari pinggiran melalui Kampung KB. Ia menambahkan, sedangkan Nawacita kelima meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui program keluarga berencana. Nawacita kedelapan, melakukan revolusi karakter bangsa melalui revolusi mental berbasis keluarga.

Cakupan persentase pemakaian kontrasepsi sebesar 65,3 persen. Sementara angka kebutuhan ber-KB yang tidak terlayani sebesar 11,6 persen.  Laju pertumbuhan penduduk juga dipengaruhi tingginya kelahiran pasangan usia subur pada kelompok umur 15 hingga 19 tahun yaitu 59 per 1000 perempuan. Upayakan mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas.

Gubernur menyarankan, dilakukan beberapa penguatan. Seperti menguatkan akses pelayanan KB dan kesehatan reproduksi berkulaitas dan merata, meningkatkan pembinaan peserta KB aktif dengan memberikan informasi berkesinambungan. Selain itu tingkatkan pemahaman dan pengetahuan remaja dan orangtua agar tidak menikahkan anak di usia remaja.

“Usia ideal menikah bagi laki-laki 25 tahun, sedangkan bagi perempuan 21 tahun. Meningkatkan pemahaman pasangan usia subur mengenai KB dan kesehatan reproduksi, dapat melalui kelompok bina keluarga,” jelasnya.

Penguatan advokasi program KKBPK kepada pembuat kebijakan serta promosi dan penggerakan kepada masyarakat juga merupakan strategi jitu. Gubernur menginginkan ada peningkatan dukungan operasional program KKBPK di lini lapangan melalui pendayagunaan dana alokasi khusus baik fisik maupun non fisik.

Terdapat Dana Bantuan Operasional KB (BOKB) yang bisa digunakan sesuai aturan berlaku.

“Integrasikan isu kependudukan dalam RPJMD kabupaten/kota dan mempersiapkan perubahan nomenklatur kelembagaan pengelola program KKBPK sesuai Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, khususnya urusan pengendalian penduduk dan KB,” tegasnya. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Fajrina Andini
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra