Era 4.0, KPPPA Lakukan Rakornas 2019 Via Video Conference

Pangkalpinang - Permasalahan dalam percepatan KLA (kabupaten/kota layak anak) di Bangka Belitung salah satunya adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Demikian diungkapkan Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti saat memaparkan isu-isu strategis saat video conference acara Rakornas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI Selasa (5/3/2019). Rakornas ini dilakukan secara video conference dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi se-Indonesia.
 
Untuk menindaklanjuti permasalahan SDM ini, Susanti mengatakan akan melakukan koordinasi lebih intens dengan Kabupaten/Kota se-Bangka Belitung terkait kemampuan SDM terutama dalam percepatan KLA dan Provila. Menurutnya, program apapun yang dikelola dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak jika tidak didukung oleh SDM yang kompeten maka tidak akan sukses.
 
Susanti juga mengungkapkan keinginan untuk segera menuju Provila dan ingin meningkatkan pemberdayaan perempuan karena saat ini IDG kami masih dibawah rata-rata nasional yang merupakan PR penting bagi kami. Lebih jauh Susanti berharap agar di tingkat pusat juga dapat menekan ego sektoral seperti perayaan Hari Anak Nasional yang juga turut di peringati oleh Kementerian Sosial,  agar bagaimana caranya agar bisa digabungkan dengan KPPPA RI agar gaungnya lebih bergema.
 
Pribudiarta Nur Sitepu Sekretaris KPPPA RI menyatakan saat ini kita menuju pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di era revolusi Indonesia di era 4.0 dengan melakukan kolaborasi,  inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi dengan pola pikir sistemik dan membangun sebuah ekosistem sehingga semua pihak bisa saling terhubung dan saling mempengaruhi untuk mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak Indonesia.
 
"Semua pihak harus saling terhubung, memiliki ketergantungan satu sama lain, untuk mendekatkan pusat dan daerah serta sinkronisasi yang sistemik menuju pembangunan anak dan perempuan yang makin baik dan merata di Indonesia," jelasnya. 
 
Pribudiarta menjelaskan saat ini praktek terbaik sudah terjadi dan pada 6 Maret besok dalam rangka Hari Perempuan Internasional Presiden  Jokowi akan memberikan penghargaan kepada pekerja perempuan. Pribudiarta mengajak semua pihak dapat bahu membahu bekerja,  karena tantangan pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di era 4.0 tentang bagaimana mengembangkan ekosistem dan platform baik di tingkat kementerian,  provinsi maupun kabupaten kota di era revolusi industri ini.
 
"Peningkatan kapasitas SDM melalui talent manajemen bisa dikembangkan dimulai dari proses rekruitmen SDM yang kreatif,"tambahnya.
 
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Lisia Ayu
Fotografer: 
Lisia Ayu/M. Fadholly
Editor: 
Fitra