Famtrip Babel Dukung 20 Juta Wisman Kunjungi Indonesia

PANGKALAN BARU - Familiarization Trip Bangka Belitung (Famtrip Babel) Tour 2014 diarahkan untuk membantu mendukung program kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke Tanah Air yang sedang dicanangkan oleh pemerintah hingga tahun 2020. Kegiatan itu melibatkan sejumlah pelaku biro perjalanan wisata nasional guna meningkatkan promosi destinasi lokal di Bangka Belitung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tajuddin KA melalui Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Disparbud Babel DR Ahmad Yani mengatakan program promosi akan terus dilakukan untuk meningkatkan gairah pariwisata lokal. Langkah itu diupayakan melibatkan pihak ketiga seperti pelaku industri pariwisata dan pers dalam memperkenalkan potensi destinasi wisata Babel. Sehingga dapat menjadi forum bussines to bussines dan wadah bertemunya buyer dan seller.

"Agenda ini kami nilai efektif guna memacu minat wisatawan, terutama mancanegara untuk menghabiskan visitnya di Bangka Belitung. Dari forum ini nantinya akan terjadi perputaran uang di sini. Namun masih kita rencanakan tahun depan," cetus Ahmad Yani di sela-sela kegiatan Welcome Dinner Famtrip Babel Tour 2014 di Hotel Novotel, Pangkalan Baru Bangka Tengah, Jum'at (7/11/2014) malam.

Untuk saat ini, paparnya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Disparbud telah melakukan sejumlah event promo, antara lain dengan menggagas Famtrip sejak tahun 2010, yang melibatkan sejumlah pelaku biro perjalanan wisata dan beberapa media nasional. Program ini masih dinilai layak diadakan karena dapat memberikan dampak positif dalam memperkenalkan destinasi wisata Babel di tingkat regional dan nasional.

Pihaknya juga, kata Yani, sedang melirik global promo untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang saat ini jumlahnya masih sedikit. Dalam beberapa waktu ke depan, direncanakan akan berangkat ke Shanghai, Tiongkok untuk melakukan promo pariwisata bersama travel agen yang memiliki jaringan di Negeri Tirai Bambu itu.

Selain promo formal, dia juga mengakui adanya efek ganda (multiplier effect) dari novel dan layar lebar Laskar Pelangi sebagai magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Pulau Belitung.

"Dampaknya lebih cepat dari promo lainnya. Inilah salah satu peran lintas sektoral dalam pengembangan sektor pariwisata. Dan masih banyak bentuk lain yang dapat kita jadikan media sosialisasi ke publik," tambah dia.

Bentuk lain tersebut, menurut Yani, akan dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas dunia maya seperti media sosial berbayar namun tidak secara formal. Sejumlah page dan banner akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan titik-titik wisata potensial yang biasa menjadi pilihan para turis dalam berkunjung. Termasuk informasi yang berkaitan dengan transportasi dan akomodasi selama kunjungan. Pemanfaatan ini berdasarkan informasi dari turis-turis yang pernah datang ke Pulau Belitung. Sebagian besar dari mereka umumnya memperoleh informasi dari internet sebelum melakukan kunjungan wisata ke Tanah Air.

Dalam kesempatan Welcome Dinner malam itu, dipaparkan juga berbagai potensi Babel kepada para peserta Famtrip. Diantaranya sektor pertambangan yang saat ini masih digeluti sebagian besar masyarakat setempat.

"Sektor pertambangan memang menjanjikan kontribusi besar karena makro ekonomi sebesar 20 persen dari keseluruhan nilai tambah ekonomi atau PDRD di Babel. Tapi kita berusaha nantinya dapat menggantinya dengan sektor lain seperti industri pariwisata. Apalagi pemerintah menargetkan hingga enam tahun ke depan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 20 juta orang," kata Ahmad Yani.

Usai makan malam, peserta langsung diajak menghadiri malam Grand Final Duta Wisata Bangka Belitung 2014 di Santika Hotel Bangka. Pada Sabtu (8/11), peserta Famtrip bertolak ke Pulau Belitung. Di Bumi Laskar Pelangi, selama dua hari ke depan, mereka akan berkeliling menikmati indahnya pesona wisata di pulau itu. (ism-tim mc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ismail
Fotografer: 
Ismail
Editor: 
Ismail