Festival DesTIKa Memaksimalkan Pemanfaatan Teknologi

Beltim – Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika RI ingin pelaksanaan Desa Teknologi Komunikasi dan Informatika (DesTIKa) di Belitung Timur (Beltim) dapat meningkatkan kemampuan masyarakat menggunakan teknologi. Kegiatan ini hendaknya berdampak terhadap ketahanan pangan desa, ketersedian energi dan penggunaan aplikasi teknologi untuk menggali potensi desa.

“Energi listrik harus tersedia, sebab tanpa energi pemanfaatan teknologi tidak maksimal,” kata Rudiantara saat membuka pelaksanaan DesTIKa, di Beltim, Senin (15/6/2015).

Sebagaimana diketahui, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur terpilih sebagai tempat pelaksanaan DesTIKa ketiga. Pasalnya sebelumnya, kegiatan serupa sudah pernah dilaksanakan di Desa Melung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Selanjutnya digelar di Desa Tanjung Sari, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Menurut Rudiantara, sementara ini masih kekurangan Relawan Teknologi Informatika dan Komunikasi (RTIK). Terdapat sekitar 74.000 desa di Indonesia, namun hanya ada 6000 relawan. Jumlah relawan dengan jumlah desa masih belum seimbang. Kendati demikian, kemajuan teknologi harus bisa dirasakan semua desa.

Untuk mengembangkan teknologi tidak bisa hanya ditangani satu organisasi. Ia menambahkan, harus ada komitmen bersama demi kepentingan masyarakat. Nelayan hendaknya dapat menggunakan teknologi dalam menangkap ikan. Terdapat aplikasi teknologi menggunakan jaringan seluler, dan ada menggunakan satelit.

“Aplikasi teknologi dapat mengarahkan nelayan ke lokasi yang terdapat banyak ikan. Jika aplikasi ini digunakan masyarakat, tentunya dapat berdampak terhadap peningkatan hasil tangkap ikan,” ungkapnya.

Pantauan Babelprov.go.id, usai membuka Festival DesTIKa secara resmi, Rudiantara didampingi Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, bupati, dan unsur Muspida menyempatkan diri melihat beberapa stand festival. Pembuatan visual citra drone Desa Lenggang sempat membuat kagum Rudiantara.

Ia menyarankan agar semua desa mempunyai citra drone, sehingga dapat maksimal menggambarkan potensi desa. Tak hanya itu, Rudiantara juga mendapatkan kesempatan menerbangkan alat untuk mengambil visual citra drone. Dengan beroperasi sekitar satu jam, alat tersebut sudah dapat memetakan daerah seluas 1000 hektere.

Saat berada di stand kuliner, Rudiantara mencoba lepat ketan hitam buatan masyarakat Belitung Timur. MCAP yang dikelola Diskominfo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menjadi salah satu stand yang cukup lama dikunjungi Menkominfo.

Kesempatan ini dimanfaatkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan pesan agar pemerintah pusat lebih memperhatikan keberadaan daerah kepulauan. Sebab untuk membangunan daerah kepulauan membutuhkan dana yang tidak sama besar dengan pembangunan di provinsi daratan. Tak menutup kemungkinan, jumlah dana untuk membangun daerah kepulauan lebih besar.

“Sedikit banyak masyarakat di kepulauan, mereka tetap membutuhkan pendidikan dan kesehatan. Sehingga semua fasilitas tersebut juga harus disiapkan,” tegasnya.

Sekitar 80 persen wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah laut. Ia menambahkan, hendaknya pemerintah pusat mempertimbangkan wilayah laut dalam mengalokasikan dana. Untuk memperjuangkan alokasi dana pusat agar sama dengan daerah provinsi daratan, maka dibuat forum provinsi kepulauan.

“Forum ini untuk memperkuat provinsi kepulauan. Kita berharap, pembangunan di daerah kepulauan sama dengan daerah lainnya. Semua informasi yang semula tersumbat, dengan adanya festival DesTIKa ini menjadi lebih terbuka,” ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky | Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari