Giatkan Pandu PTM di Puskesmas, Dinkes Babel Gelar Pelatihan bagi Nakes

PANGKALPINANG – Dalam rangka menggiatkan Pelayanan Terpadu (Pandu) 
Penyakit Tidak Menular (PTM), Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar pelatihan bagi tenaga kesehatan di puskesmas. Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari di Hotel Puncak Budget ini bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular secara komprehensif, mulai dari promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. (22/07/2019)
 
Saat membuka pelatihan ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto menjelaskan bahwa pelayanan terpadu PTM di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama  (FKTP) merupakan penyelenggaraan pencegahan dan pengendalian PTM yang dilaksanakan secara komprehensif dan terintegrasi melalui kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP). 
“Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan pendidikan  dan konseling terhadap faktor risiko PTM,” jelasnya. 
 
Dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian PTM, lanjut Mulyono, khususnya tentang pelayanan terpadu PTM di FKTP,  diperlukan dukungan sumber daya kesehatan sebagai pelaksana yang bekerja secara profesional. “Sumber daya manusia dalam pengendalian PTM perlu ditingkatkan dengan pengetahuan dan teknologi yang tepat guna,” ungkap Mulyono.
 
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Muhammad Henri mengatakan bahwa hampir delapan puluh persen kematian akibat PTM terjadi di negara berpenghasilan rendah dan sedang. “PTM juga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi dan pencapaian target MDGS karena tingginya biaya yang harus dikeluarkan negara untuk mengobati PTM,” ujarnya.
 
“Oleh karena itu, puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan terdepan melalui revitalisasi puskesmas harus mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan penyakit tidak menular secara komprehensif, mulai dari promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, serta respons cepat kegawatdaruratan PTM dan pengobatan PTM,” lanjutnya.
 
“Kami berharap dengan pelatihan ini, pelayanan terpadu PTM sebagai pendekatan faktor risiko PTM terintegrasi di FKTP dapat diterapkan di puskesmas,” harap Henri.
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adinda Candralela
Fotografer: 
Adinda Candralela
Editor: 
Fitra