Gotong Royong Modal Dasar Pembangunan Masjid

Kota Kapur – Masjid Faturrahman, Desa Kota Kapur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka mendapat kucuran dana Rp800 juta. Diperkirakan sekitar Rp3 miliar dana dibutuhkan untuk pembangunan masjid sampai tuntas. Agar masjid bisa segera digunakan, masyarakat setempat diimbau meningkatkan semangat gotong royong.

Hampir memasuki tiga tahun pembangunan masjid belum selesai. Pantauan babelprov.go.id di lokasi, tampak sejumlah tukang lagi bekerja. Hanya beberapa bagian gedung telah mempunyai dinding, sedangkan atap dan lantai belum dikerjakan. Karena masjid sedang direnovasi, masyarakat menggunakan Musholla An Nazir untuk salat Jumat berjemaah.

Yan Megawandi Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan agar panitia pembangunan masjid memanfaatkan dana bantuan yang akan cair nanti dengan sebaik-baiknya. Jika dana sudah masuk ke rekening pembangunan masjid, jangan langsung diambil semuanya. Pengambilan dana disesuaikan dengan kebutuhan.

Pembangunan masjid dapat dilakukan secara bertahap. Ia mengatakan, pernah melihat pembangunan masjid membutuhkan waktu cukup lama. Masjid itu berlantai dua berada di Desa Dalil. Setelah belasan tahun, akhirnya pembangunan masjid selesai. Memang kewajiban pemerintah membangun masjid, namun pemerintah mempunyai keterbatasan dalam memberikan bantuan.

“Terdapat sekitar 309 desa dengan 47 kecamatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang harus diberikan bantuan. Untuk itu, perlu gotong royong jika ingin membangun masjid. Saya senang mendengar masyarakat Desa Kota Kapur mau memberi sumbangan. Ini merupakan semangat gotong royong,” kata Sekda saat Safari Jumat di Musholla An Nazir, Desa Kota Kapur, Jumat (26/8/2016).

Gotong royong merupakan wujud kecintaan dan kebersamaan warga. Ia menambahkan, bantuan dana pemerintah merupakan uang rakyat. Untuk itu, segera selesaikan pembangunan masjid, sehingga dapat dimanfaatkan untuk salat Jumat berjemaah. Walau ingin cepat mencapai tujuan, namun ada proses pencapaiannya.

Lebih jauh Yan mengatakan, ini merupakan desa pertama dikunjungi setelah menjabat sebagai sekda. Namun Kota Kapur bukan desa yang asing, sebab sudah beberapa kali mendatangi desa ini. Kedatangan ke Desa Kota Kapur sebelumnya mendampingi tamu melihat lokasi penemuan situs sejarah Batu Tulis Kota Kapur.

Terdapat cita-cita yang sampai saat ini masih belum terealisasi. Sekda menjelaskan, cita-cita tersebut yaitu ingin mengembalikan kejayaan Desa Kota Kapur. Sebab desa ini pernah mencapai kejayaannya pada abad enam hingga tujuh masehi. Diharapkan generasi penerus yang lahir di desa ini bisa dapat mengetahui mengenai sejarah tersebut.

“Untuk mengembalikan kejayaan itu, perlu kita niatkan dan kerjakan bersama-sama. Desa ini juga mempunyai potensi di bidang pertanian dan peternakan. Jika ingin mengembangkan potensi tersebut dapat berkoordinasi dengan Bakorlu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Sekda.

Sebelumnya Edi Kades Kota Kapur menjelaskan mengenai kondisi desa. Sampai saat ini tercatat sekitar 476 kepala keluarga bermukim di desa ini. Keinginan membangun masjid agar menjadi lebih besar merupakan keinginan bersama. Sehingga dapat menampung jemaah lebih banyak. Namun selama proses pembangunan selalu mengalami kendala pendanaan.

“Hasil dana sumbangan masyarakat, secara bertahap digunakan untuk melakukan pembangunan masjid. Diharapkan pembangunan masjid ini segera selesai, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk salat berjemaah,” ungkapnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra