Gubernur Ajak Pejabat Bekerja Ikhlas

Subang – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengajak pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk bekerja ikhlas. Dengan bekerja ikhlas diharapkan dapat membangun bangsa dan negara ini ke depan. Untuk itu, peserta diklat revolusi mental kiranya dapat mengikuti pelaksanaaan diklat secara baik.

“Marilah kita bekerja dengan ikhlas. Yakinlah tidak ada beban dalam diri kita jika bekerja dengan ikhlas. Kalau kita bekerja tidak ikhlas, apapun yang kita kerjakan terasa beban,” ujarnya saat malam ramah tamah revolusi mental Gubernur dan peserta Diklat Revolusi Mental, Minggu malam (26/04/2015).

Peserta dijamu makanan rebusan seperti jagung, ubi, kacang rebus. Selain itu terdapat minuman bajigur dan bandrek sebagai pengusir rasa dingin. Semua peserta duduk lesehan di atas terpal berwarna biru, di lapangan basket, Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, Subang, Provinsi Jawa Barat.

Lebih jauh Gubernur menyarankan agar peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik dan ikhlas. Hasil pertemuan selama satu minggu menjalani diklat hendaknya bisa ditularkan kepada aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kita sebagai pelayan, jadi bagaimana kita membangun percepatan pelayanan kepada masyarakat. Karena kita dituntut untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin,” ungkapnya.

Ketika menjalani diklat, jelasnya, tidak ada yang merasa lebih tinggi. Ini merupakan sebuah kebersamaan untuk melakukan pembangunan yang telah direncanakan beberapa tahun ke depan. Dalam pembangunan perlu ada satu kesatuan, tidak bisa bekerja secara sendiri.

“Tidak ada yang seperti Superman, tapi tim. Maka hilangkanlah ego sektoral masing-masing jika kita ingin membangun,” sarannya.

Sementara Ermaya Suradinata Ketua Dewan Pembina Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia menjelaskan, pejabat harus berpikir besar dan berupaya untuk mewujudkannya walau sekecil apapun. Karena suatu yang besar tidak mungkin terwujud kalau tidak dimulai dari yang kecil.

“Niatkan dalam hati kita masing-masing untuk melaksanakan ibadah melalui kegiatan revolusi mental. Karena Tuhan telah memberikan kepada kita suatu nikmat besar seperti sekarang. Kita nikmati ini, nikmat hidup yang sangat luar biasa. Bersyukur adalah bagian dari rasa iman dan taqwa  kepada Allah SWT,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adi Tri Saputra
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari