Gubernur Ajak Umat Pentingnya Menjaga Kebhinekaan

PANGKALPINANG – Pelaksanaan perayaan hari besar keagaaman yang dirayakan oleh masyarakat indonesia seperti perayaan Hari Besar Keagamaan umat Khonghucu Duan Wu Jie (Peh Cun, merupakan implementasi kehidupan kebhinekaan di indonesia khususnya di Bangka Belitung yang harus dijaga, tegas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengawali sambutannya pada kegiatan Perayaan Hari Besar Keagamaan umat Khonghucu Duan Wu Jie (Peh Cun) hari ini Selasa (30/5/2017) di kelenteng Shen Mu Miao atau Dewi Laut, Pangkalpinang yang dihadiri oleh rohaniawan dan umat khonghucu se Bangka Belitung, turut hadir perwakilan unsur FORKOMPIMDA Bangka Belitung.

“ Tentunya di dalam kebhinekaan kita, hari ini dan beberapa waktu yang lalu banyak kegiatan –kegiatan keagamaan seperti hari kenaikan Isa Al-masih, Hari raya Waisak, dan hari ini pelaksanaan Duan Wu Jie yang sekaligus hari ini juga bertepatan dengan umat Islam melaksanakan Ibadah Puasa, Kebhinekaan ini merupakan berkah buat kita semua dan harus dijaga”, tegas Gubernur dalam sambutannya.

Gubernur juga mengajak agar masyarakat di Bangka Belitung tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum valid nilai kebenarannya sehingga dapat menggangu ketertiban dan keamanan kehidupan masyarakat.

Jangan kebhinekaan kita yang sudah terjaga, aman, sentosa, baik ini terganggu oleh hal-hal yang tidak tidak terlebih lagi terganggu oleh masalah yang disebabkan oleh media sosial, kita terlalu mudah membaca judul tapi tidak melihat atau membaca isinya dengan baik sampai selesai, dan terlalu cepat mengambil kesimpulan dan ini saya menghimbau kepada pemuka agama untuk membantu pemerintah dalam menjaga kehidupan kebhinekaan di Bangka Belitung “ tegas Erzaldi.

Lebih jauh Erzaldi menegaskan pentingnya menjaga kehidupan kebhinekaan karena merupakan aset sebagai kekuatan bangsa sehingga tidak mudah dipecahbelahkan.

“ Tetapi karena kehidupan kebhinekaannya kita harus membuktikan bahwa perbedaan itu adalah kekuatan kita semua, bahwa negeri kita tidak mudah dipecahbelahkan, seperti hari ini keberadaan perayaan keagamaan Peh Cun yang sebagai hari besar umat Khonghucu telah memberikan warna dan saya harapkan semakin eksis, tetap terjaga, terpelihara dan tetap dapat melaksanakan ibadahnya sebaik-baiknya, ungkap Gubernur.

Selain sebagai aset kekuatan bangsa, Gubernur juga mengungkapkan bahwa kehidupan kebhinekaan yang dijewantahkan melalui perayaan keagamaan juga memiliki nilai yang dapat dikembangkan dan sebagai moment untuk mejadi aset destinasi wisata.

“Tahun depan dilokasi yang sama, nanti ditanggal yang sama tolong dipersiapkan dan berkoordinasi dengan kawan-kawan di dinas pariwisata, jadikan Peh Cun ini menjadi ritual yang dapat mengundang orang dari luar Pangkalpinang luar Bangka Belitung untuk hadir disini sehingga kebhinekaan kita ini lebih terekspos lagi menunjukan keberagaman kita sebagai aset kekuatan “tegas gubernur

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menghimbau dan meminta kepada tokoh-tokoh agama untuk menanamkan nilai – nilai kebhinekaan kepada generasi muda.

“ Dan saya berpesan kepada ketua MATAKIN Bangka Belitung Tjhia Tet Hian tolong diaktifkan sekolah minggu yang ada di kelenteng-kelenteng yang ada di bangka Belitung ini, aktifkan dan berikan pembelajaran yang sebaik-baiknya untuk generasi khonghucu kedepan agar mereka biasa dan tetap menjaga marwah ke Khonghucuan itu sehingga tetap lestari, ini merupakan aset Bangka Belitung bukan saja aset MATAKIn, saya sangat berharap banyak kepada para pendeta dan guru MATAKIN ini harus diaktifkan agar satu unsur budaya masyarakat tionghoa yang terimplementasikan dalam perayaan keagamaan ini lestari, tegas gubernur. (stevani)

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Khalimo Tabarani