Gubernur Babel Ziarah ke Makam Kesultanan Pontianak

PONTIANAK: Gubernur  Kepulauan Bangka Belitung H. Eko Maulana Ali, mengawali lawatan dua hari di Kerajaan Mempawah Amantubillah, Provinsi Kalimantan Barat, dengan berziarah ke makam Kesultanan Pontianak di Batu Layang. Antara lain makam pendiri pertama Kota Pontianak yakni Sultan Syarief Abdulrahman Al-Qadri, serta tujuh keturunan sultan lainnya masing-masing Sultan Syarief Hasyim bin Abdulrahman, Sultan Syarief Usman bin Abdulrahman, Sultan Syarief Hamid bin Usman, Sultan Syarief Yusuf bin Hamid, Sultan Syarief Muhammad bin Syarief Yusuf, serta Sultan Syarief Hamid bin Syarief Yusuf.

Gubernur Eko Maulana Ali bersama istri Hj. Noerhari Astuti didampingi Wakil Gubernur Rustam Effendi dan istri, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertolak menggunakan dua unit perahu motor menyeberangi Sungai Kapuas. Selama menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya rombongan tiba di Batu Layang, dan disambut masyarakat setempat dengan iringan musik rudat.

Memasuki areal pemakaman Kesultanan Pontianak, Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana Ali langsung melakukan ziarah dengan membaca do'a dan Surah Yassin. Hal itu diikuti rombongan lainnya, termasuk para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diantaranya Kepala Dinas Kominfo H. K.A. Tajudin, SH, MSi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yan Megawandi, SH, MSi. Selain itu hadir pula rombongan Lembaga Adat Melayu (LAM) Babel Serumpun Sebalai yang dipimpin Ketua LAM D.R. Ibnu Hadjar Emha.

Malam harinya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Eko Maulana Ali melakukan tatap muka serta silaturrahmi dengan raja-raja di wilayah Provinsi Kalimantan Barat dan atlet dayung asal Babel. Dalam sambutannya, Eko Maulana Ali mengatakan akan memajukan adat-istiadat melayu nusantara serta meningkatkan kerjasama lembaga adat di empat provinsi rumpun melayu yakni Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jambi dan Kalimantan Barat.

"Kami menyampaikan penghargaan yang tinggi atas undangan dari pihak Kerajaan Mempawah Amantubillah sehingga bisa berada bersama Raja-raja se-Kalimantan Barat pada malam hari ini. Selanjutnya, kami mengharapkan kehadirannya di negeri kami Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ungkap Eko Maulana Ali.

Eko sendiri saat ini menjabat sebagai Koordinator Sekretariat Bersama Lembaga Melayu di empat Provinsi tersebut. Berdasarkan rangkaian acara, dijadwalkan pada Rabu (9/1) malam, Gubernur Eko Maulana Ali dan Wakil Gubernur Rustam Effendi akan menerima gelar adat dari kerajaan Mempawah Amantubillah, dengan gelar masing-masing Y.A.M. Tuan Muda Dato' Sri Paduka Astana dan  Y.M. Dato' Sri Petinggi Astana.

Menurut Ketua LAM Babel, Ibnu Hadjar Emha, penganugerahan gelar adat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung merupakan penghargaan bagi Negeri Serumpun Sebalai, sekaligus bentuk kerjasama antara rumpun melayu dan kerajaan melayu nusantara, selanjutnya selesai bersilaturrahmi dengan para undangan dilanjutkan dengan makan malam bersama para atlit dayung dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Eff/TMC/skdi)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Eff/TMC/SKDI