Gubernur Berharap Hasil Penelitian Dapat Memotivasi Petani

Mendo Barat – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung berharap agar hasil penelitian di bidang pertanian dapat memberikan motivasi bagi petani. Pasalnya sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan. Untuk itu, adanya perkembangan teknologi di bidang ini setidaknya dapat meningkatkan taraf kehidupan petani.

“Penelitian di bidang pertanian hendaknya dapat membuat petani lebih sejahtera. Masyarakat Bangka Belitung harus diberikan motivasi, agar mau kembali bertani. Hilangkan istilah tidak ada tambang, tidak bisa hidup,” tegas Gubernur saat Lounching Model Bioindustri di Balai Pengkajian, Teknologi, Pertanian (BPTP) Bangka Belitung, Desa Kace, Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Rabu (12/10/2016).

Bioindustri merupakan sistem pertanian terintegrasi antara lada, sawit, serai merah dan ternak. Pengolahan sistem pertanian ini dapat saling memberikan keuntungan satu tamanan dengan tanaman lain atau memberi keuntungan bagi hewan ternak. Sebab ampas serai merah usai penyulingan dapat dijadikan sebagai pakan ternak sapi.

Sebagaimana diketahui, serai wangi merupakan penghasil minyak atsiri. Potensi pengembangan tanaman ini mencapai 50 ton per hektare per tahun. Sementara durasi panen tidak membutuhkan lama, pasalnya hanya sekitar tiga bulan sudah bisa dipanen. Sedangkan potensi rendemen minyak mencapai sekitar 0,8 persen.

Mengenai nutrisi terkandung dalam limbah daun serai wangi yaitu protein kasar, lemak kasar, serat kasar, kalsium (Ca), Fosfor (P), kadar abu dan energi. Selain ampas serai wangi, saat ini sedang dilakukan pengembangan gamal sebagai tiang panjat lada dan juga dapat dijadikan sebagai pakan ternak. Diperkirakan potensi produksi gamal mencapai 8,95 ton per hektare per tahun.

Budidaya tanaman ini tak begitu sulit. Sebab gamal bisa diperbanyak dengan cara menyemai biji atau stek batang. Durasi pemotongan batang bisa dilakukan selama tiga bulan sekali. Sedangkan kandungan nutrisi gamal hampir sama dengan ampas serai wangi. Namun persentase kandungan nutrisi gamal lebih banyak dibandingkan ampas serai.

Usai meluncurkan model bioindustri, Gubernur menyempatkan diri melihat peternakan sapi. Setelah memberi makan salah satu sapi di peternakan tersebut, dilanjutkan melihat lokasi penanaman serai wangi serta proses penyulingan minyak serai. Tak hanya itu, pasalnya Gubernur juga sempat menanam stek batang gamal dan melakukan temu wicara bersama petani.

Saat ini cukup banyak terobosan dan pengembangan teknologi di bidang pertanian. Gubenur menegaskan, sejumlah temuan di bidang pertanian tersebut hendaknya dapat diimplementasikan dan disosialisasikan kepada petani. Jangan sampai temuan hasil penelitian tidak dapat dipelajari dan dimanfaatkan bagi pengembangan bidang pertanian.

“Berikan inovasi kepada masyarakat petani melalui hasil penelitian. Jika petani bisa mendapatkan hasil produksi yang meningkat, diharapkan berdampak terhadap nilai ekspor di bidang ini. Selain itu berpengaruh terhadap kesejahteraan petani. Kita terus berupaya membuat kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra