Gubernur Dukung Peningkatan SDM Guru Olahraga

Pangkalpinang – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mendukung upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Apalagi SDM tenaga pengajar yang merupakan peletak pondasi pembentuk karakter generasi penurus bangsa. Salah satu kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni, memberikan bantuan kepada guru olahraga menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Tentunya ada syarat-syarat harus dipenuhi guru yang ingin mengikuti program belajar di perguruan. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas guru, dan membantu guru agar dapat mengikuti sertifikasi. Jika ada persoalan dalam pelaksanaannya, dapat dibicarakan dan pasti ada jalan keluarnya,” jelas Gubernur saat bertemu dengan sejumlah guru olahraga di ruang rapat gubernur, Senin (17/2/2014).

Mengenai penganggaran pelaksanaan program ini, jelas Gubernur, pemerintah provinsi berkoordinasi dengan DPRD. Sebab dalam kebijakan penganggaran terdapat kewenangan dari legislatif. Kendati demikian, pemerintah berupaya untuk menjelaskan kepada dewan mengenai pentingnya pelaksanaan program peningkatan sumber daya tenaga pengajar di Bangka Belitung.

“Saya yakin, anggota dewan mendukung pelaksanaan program peningkatan mutu guru ini,” ujarnya seraya melirik ke arah Didit Srigusjaya Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menanggapi pernyataan tersebut, Didit berjanji membantu meloloskan pengalokasian anggaran agar program peningkatan SDM guru terlaksana. Sebab guru menjadi baromater untuk mewujudkan kemajuan bangsa. Sehingga tidak ada alasan bagi DPRD Bangka Belitung untuk tidak mendukung kebijakan ini.

“Kita mendukung program peningkatan kualitas mengajar bapak-bapak sekalian,” janji Didit.

Sebelumnya Rivai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, guru olahraga yang hadir ini merupakan angkatan ke IV, dan ada belasan orang angkatan ke V. Dengan begitu, kerjasama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sudah sesuai rencana yakni, selama lima tahun.

“Jadi, pada tahun kelima semua guru yang mengikuti program ini sudah dapat menyelesaikan kuliahnya,” jelasnya.

Jika ada guru yang ingin mengikuti program ini, harus memenuhi persyaratan. Menurut Rivai, beberapa waktu lalu ada nama-nama guru diajukan untuk mengikuti kegiatan ini. Namun pengajuan tersebut hanya sebatas nama-nama saja, sementara persyaratan yang ditentukan tidak dipenuhi. Untuk itu sangat mengharapkan agar pengajuan nama guru disertai dengan persyaratan.

“Jika ada kekurangan beberapa persyaratan saja, mungkin masih bisa kita maklumi agar dilengkapi setelahnya. Tak hanya guru, pemerintah provinsi juga berkeinginan menyekolahkan siswa tidak mampu namun berprestasi ke jenjang perguruan tinggi,” ujarnya.(hzr/adt/rf)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Adit Tri Saputra
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari