Gubernur Erzaldi Bicara Hasil Kinerja, Kepala OPD Harus Kuasai Data

PANGKALPINANG -- Pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung terus membaik. Tercatat pertumbuhan ekonomi tahun 2018 berada di angka 4,44 persen. Semestinya bisa menembus angka lima persen, namun tak tercapai dikarenakan berkurangnya ekspor timah.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman berharap dinas terkait mempunyai data mengenai pertumbuhan ekonomi. Contohnya data mengenai komoditi ekspor Bangka Belitung. Data peningkatan dan penurunan ekspor tersebut harus detail.

"Data ekspor komoditas pertanian seperti kasus, sawit dan lada," kata Gubernur Erzaldi saat Rapim Paparan Hasil Kinerja Tahun 2018 dan Outlook Tahun 2019 di Ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur, Rabu (20/3/2019).

Tantan Haroika Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung mengatakan, tantangan ekonomi tahun lalu sangat berat. Namun di tahun ini tantangan tersebut tidak terlalu berat. Harga sejumlah komoditas sudah mulai mengalami kenaikan.

"Pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung mencapai 4,44 persen. Seharusnya pertumbuhan tersebut bisa mencapai lima persen. Ekspor timah mempengaruhi pertumbuhan tersebut," kata Tantan.

Sementara Supendi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, masih ada dana desa yang tidak tersalurkan di tahun 2018. Hal ini dikarenakan persoalan pertanggungjawaban alokasi dana tahun 2017.

"Tahun ini merupakan tahun politik yang juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung," kata Supendi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Editor: 
Padli