Gubernur Ingin Babel Tak Lagi Impor Beras

Belitung – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung bertekad mewujudkan swasembada beras. Impor beras kurang menguntungkan bagi daerah kepulauan, pasalnya jika kondisi cuaca tidak baik dapat menghambat pasokan beras. Selain itu, jika di pulau jawa mengalami gejolak politik juga berimbas bagi Bangka Belitung. Untuk itu harus terus berupaya meningkatkan dan menjaga ketahanan pangan, sehingga tidak ketergantungan dengan daerah luar.

“Lahan di Bangka Belitung masih cukup banyak yang dapat dimanfaatkan untuk mencetak sawah. Pemerintah akan terus memfasilitasi kebutuhan petani meningkatkan produksi beras. Contohnya, sekarang panen tidak susah lagi. Sebab petani dapat menggunakan mesin panen padi,” kata Gubernur saat temu lapang/temu wicara di Dusun Air Gede, Desa Kembiri, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kamis (7/4/2016).

Tak hanya itu. Gubernur mengatakan, petani dapat lebih cepat sewaktu melakukan penanaman benih padi. Jika menggunakan mesin tanam benih padi, hanya membutuhkan sekitar tujuh jam sudah dapat menanam benih di lahan seluas satu hektare. Selain cepat, hasil yang didapatkan juga sangat maksimal. Susunan padi lebih teratur jika ditaman menggunakan mesin. Jika terdapat masyarakat ingin bertani namun mengalami kesulitan mendapatkan lahan, hendaknya meminta bantuan pemerintah.

Ia menambahkan, pemerintah memberikan perhatian khusus untuk sektor ini. Bukan hanya pemerintah daerah, sebab pemerintah pusat juga memberi perhatian terhadap upaya meningkatkan produksi padi. Karena terdapat empat sektor menjadi fokus pengembangan di antaranya, sektor pariwisata, kelautan dan perikanan, pertanian dan perkebunan. Sedangkan sektor ke empat, pemerintah ingin mengembangkan sektor perdagangan dan industri. Pemerintah sudah mulai meninggalkan sektor pertambangan.

Pantuan Babelprov.go.id di lokasi, Gubernur mendapat kesempatan menggunakan mesin panen padi mini (mini rice combine harvester). Gubernur juga melakukan peresmian gudang dan sarana pembenihan pada kegiatan yang dimotori Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut. Sebagaimana diketahui, di Kecamatan Membalong terdapat 82 hektare lahan persawahan terletak didua tempat berbeda.

Sementara Sahani Saleh Bupati Belitung menjelaskan, terdapat sekitar 310 hektare lahan persawahan di Kabupaten Belitung. Pengembangan sektor pertanian telah menjadi program prioritas pemerintah. Namun ke depan, pertanian harus berbasiskan teknologi. Hal tersebut untuk mempermudah petani melakukan aktivitas, baik sewaktu tanam maupun ketika panen. Untuk wilayah Kecamatan Membalong bakal dikembangkan sebagai agrowisata.

“Sekarang mesin yang digunakan petani masih harus dikendarai, namun tidak menutup kemungkinan ke depan mesin-mesin pertanian sudah menggunakan sistem remote control. Mengenai pengembangan kawasan ini menjadi agrowisata, terlebih dahulu harus didukung ketersedian fasilitas. Seperti ketersedian tenaga listrik,”  tegasnya. 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky Fitrajaya | Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra