Gubernur Ingin Jemput Bantuan Infrastruktur Pusat

Tanjung Kelayang – Penetapan Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata tinggal menunggu detik-detik pemukulan “gong’. Pulau Belitung, khususnya Tanjung Kelayang merupakan salah satu dari sepuluh daerah di Indonesia yang bakal ditetapkan sebagai daerah ekonomi khusus. Hal ini mendorong pemerintah provinsi untuk menjemput bantuan pembangunan infrastruktur.

Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, saat ditetapkan sebagai daerah ekonomi khusus, pemerintah provinsi harus datang ke pusat untuk meminta bantuan pembangunan infrastruktur. Untuk masuk dalam kawasan ekonomi khusus, harus melalui tahapan-tahapan panjang. Diharapkan dengan telah ditetapkan sebagai KEK pariwisata, masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak lagi mengantungkan hidup dari  sektor pertambangan.

“Mari kita menyambut KEK dengan tangan terbuka dan mendapatkan multiplier effect dari ditetapkannya KEK. Kita membangun mindset pariwisata, ramah lingkungan dan mengurangi tingkat pengangguran. Ending-nya adalah kesejahteraan masyarakat, itulah harapan saya,” kata Gubernur usai menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) di Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Rabu (9/3/2016).

Adanya momentum GMT, harapnya, bisa membuka mata masyarakat semakin lebar. Sehingga bisa mengembangkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan di kawasan Belitung dan Belitung Timur. Namun saat ini tidak lagi bicara Belitung, tapi juga Belitung Timur, sebab Belitung Timur sebagai satu kesatuan untuk membangun sektor pariwisata.

“Kemarin saya dan menteri pariwisata ke Belitung Timur untuk memberikan peluang bahwa KEK bukan hanya semata-mata untuk Kabupaten Belitung, tapi juga untuk Belitung Timur. Bapak Menteri Pariwisata Arief Yahya telah hadir ke Belitung selama dua hari dalam rangka percepatan sektor pariwisata Belitung dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada umumnya,” jelasnya.

Pantauan Babelprov.go.id, Rabu (9/3/2016) sekitar pukul 06.30 WIB, selain Menteri Pariwisata Arief Yahya, hadir juga menyaksikan gerhana di Tanjung Kelayang Menteri Perhubungan  Ignasius Jonan. Namun Jonan tak berada lama di lokasi, pasalnya langsung meninggalkan Tanjung Kelayang menuju Bandara HAS Hanandjoeddin.

Gubernur ingin Bandara HAS Hanandjoedin dijadikan sebagai bandara internasional. Momen gerhana telah menarik perhatian sejumlah wisatawa, dan itu terlihat di bandara sampai pintu masuk lokasi pantau gerhana. Ini berkat kerja sama dari masyarakat , pemerintah dan swasta. Seluruh komponen masyarakat hendaknya memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin.

“Dengan adanya KEK kita akan mendapat bantuan berupa infrakstuktur dari pemerintah pusat. Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini. Kiranya kerja keras kita telah menampakan sebuah hasil, ditopang dengan adanya gerhana matahari total kita sambut KEK pariwisata,” ungkapnya.

Arief Yahya Menteri Pariwisata mengatakan, fenomena alam 9 Maret ini akan dibuat menjadi momentum pembangunan destinasi waktu di Tanjung Kelayang. Dikarenakan KEK belum ditanda tangani, namun tanpa KEK juga tidak apa-apa. Untuk itu, masyarakat Belitung harus bersyukur, karena yang meminta KEK bukan hanya Belitung. Ada 550 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia ingin ditetapkan sebagai KEK.

“Hanya sepuluh daerah yang ditetapkan sebagai KEK. Belitung adalah salah satunya, sehingga harus disyukuri. Kalau ada kelemahan itu pasti, tetapi lebih banyak manfaatnya dibandingkan mudoratnya. Contohnya Pak Jonan hadir khusus untuk membuat bandara kita menjadi bandara internasional,” ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Tim
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra