Gubernur Jamin Rekrutmen CPNS Bersih

Pangkalpinang – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menjamin pelaksanaan rekrutmen CPNS bersih dari tindakan kolusi. Mengantisipasi terjadinya penyalagunaan wewenang dalam perekrutan ini, pemerintah provinsi menggandeng sepuluh konsersium dari berbagai perguruan tinggi.

“Kita bekerja sama dengan sepuluh konsorsium perguruan tinggi untuk menyelenggarakan tes CPNS,” jelas Gubernur didampingi Latip Pribadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat on air dalam program Hallo Gubernur di InRadio 97,6 FM, Senin (7/10/2013).

Tak sedikit respon positif yang disampaikan pendengar InRadio saat Gubernur menyampaikan informasi tersebut. Pasalnya masyarakat sangat berharap pelaksanaan perekrutan CPNS pemerintah provinsi benar-benar bersih. Selain itu, masyarakat juga sangat berharap agar Gubernur dapat terus berdialog interaktif dengan masyarakat melalui program Hallo Gubernur di InRadio.

Lebih jauh Gubernur mengatakan, hasil pelaksanaan tes CPNS akan langsung disampaikan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Selanjutnya masyarakat dapat mengakses langsung informasi mengenai perekrutan tersebut. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penyelewengan dalam proses perekrutan.

“Saya mengimbau agar masyarakat berhati-hati apabila ada pihak-pihak yang menawarkan kemudahan dalam tes CPNS. Saya akan menindak tegas jika ada aparat yang menyalahgunakan tes CPNS,” tegasnya.

Selain mengulas mengenai perekrutan CPNS, Gubernur juga berbicara mengenai program “SATAM EMAS” atau yang dikenal sebagai program Satu Miliar untuk Satu Kecamatan. Program ini bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi di pedesaan yang pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan kondisi daerah.

Pembangunan jembatan Teluk Kelabat juga tak luput dari pembicaraan Gubernur. Ia memaparkan, untuk program SATAM EMAS tahap pertama akan disalurkan Rp300 juta ke setiap kecamatan. Penyaluran dana sengaja dilakukan secara bertahap guna mempermudah proses pengawasan. Jika dana sudah terserap sekitar 40 persen, selanjutnya akan disalurkan lagi sebesar Rp300 juta.

“Jika pada bulan Desember dana ini belum habis terserap, sisa anggaran akan menjadi Silpa di kabupaten tersebut dan dapat digunakan untuk tahun depan,” kata Gubernur.

Sedangkan mengenai pembangunan jembatan Teluk Kelabat, jelas Gubernur, telah mendapat sambutan baik dari Kementerian PU. Pihak kementerian telah menyiapkan anggaran sebesar Rp40 miliar. Namun Kementerian PU meminta pemda melakukan pembebasan lahan, dan ini segera dilaksanakan dengan MoU antara Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Barat.

Pembangunan jembatan tersebut memerlukan berbiaya sekitar Rp600 miliar. Gubernur berharap, dengan dilakukan pembangunan jembatan ini bisa memotong rentang jarak antara Kabupaten Bangka Barat dengan Kabupaten Bangka. Jika sebelum ada jembatan, jarak tempuh antar kabupaten ini sekitar 2,5 jam. Namun setelah ada jembatan Teluk Kelabat, jarak tempuh hanya setengah jam saja.

“Ini dapat mendorong pengembangan wilayah dan pertumbuhan perekonomian agar menjadi lebih baik. Saya mengharapkan dukungan dari SKPD terkait untuk bisa membantu pekerjaan saya secara maksimal, dan tak kalah penting dukungan dari komponen masyarakat,” tegas Gubernur. (hzr/rf)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Rizky