Gubernur Kembali Kunjungi Penangkaran Penyu Guntung Bersama Keluarga

KOBA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman di sela-sela kesibukannya selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penangkaran Penyu Desa Guntung, di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. 

Seperti halnya yang dilakukan pada hari Kamis (29/7/21) ini, dirinya bersama Ketua TP PKK Babel, Melati Erzaldi melihat proses penangkaran UPT Guntung yang membudidayakan kelestarian habitat Penyu Hijau (Chelonia Mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata) di perairan laut Pulau Bangka itu. 

Menurut Gubernur Erzaldi, ada rasa kepuasan tersendiri dengan melihat tukik (anak penyu) yang secara bertahap akan menjadi penyu yang siap dilepaskan ke laut tempat habitat asalnya. 

Gubernur juga mengajak serta kedua putrinya dalam kegiatan ini. Tak lain adalah untuk memberi pengalaman kepada dua putrinya tentang pelestarian lingkungan yang memang sudah menjadi kebiasaan gubernur bersama keluarga. 

Gubernur yang sejak awal menjadi inisiator (UPT) Penangkaran Penyu Desa Guntung saat dirinya menjabat Bupati Bangka Tengah dulu, terus berupaya melestarikan penyu agar tidak punah. 

Bersama keluarga itu melihat sejumlah fasilitas penangkaran, antara lain sarang telur, kolam penangkaran, dan tempat pemeliharaan penyu.  

Agar generasi muda paham akan kelestarian lingkungan khusus kelestarian penyu ini, gubernur terus berharap UPT Penangkaran Penyu Desa Guntung dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata edukasi. Sehingga siswa-siswa sekolah mau pun masyarakat yang berkunjung ke tempat ini mendapat edukasi tentang pentingnya kelestarian alam. 

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah akan terus berkolaborasi mengembangkan UPT Penangkaran Penyu Guntung ini. 

Dalam kunjungan ini Gubernur dan keluarga mendapat penjelasan mengenai proses penangkaran oleh Pengelola UPT Penangkaran Penyu Guntung Muhammad Fahrudin.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Iyas Zi
Editor: 
Lisia Ayu