Gubernur Kep. Bangka Belitung Membuka Seminar Nasional MIPI 2013

Bangka Tengah – Gubernur kepulauan Bangka Belitung, Eko Maulana Ali hari ini rabu 08/06, membuka secara resmi acara seminar nasional yang diselenggarakan oleh organisasi MIPI (masyarakat ilmu pemerintahan Indonesia) bekerja sama dengan pemerintah provinsi kepulauan bangka belitung melalui badan perencanaan dan statistik daerah di hotel novotel, bangka tengah, hari ini rabu 08/05.

Dalam sambutannya gubernur, Eko Maulana Ali menyampaikan himbauan kepada seluruh jajaran birokrasi (PNS) dalam bekerja untuk mematuhi dan berpedoman pada system aturan yang berlaku, tegasnya.  “pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan suatu pandangan dari max weber mengenai birokrasi, yakni keharusan birokrasi bekerja dalam aturan system (system of rules), dengan kerja yang tersistem, maka birokrasi sesungguhnya menjadi mesin pemerintahan yang teratur dan bebas dari prasangka politis, para PNS sebaiknya bekerja dalam logika “ Sine Ira Et Studio” tanpa rasa benci atas pekerjaannya atau terlalu berambisi, para pegawai juga hendaknya bekerja dalam “ impersonal detachment (sikap yang tak terpengaruh) yang kemudian dapat berimplikasi pada perlakukan yang sama terhadap semua orang sehingga birokrasi dapat mendorong demokrasi dalam system administrasi”. ungkap gubernur

Hadir dalam acara seminar nasional tersebut ketua MIPI, Fauzi Bowo, bupati Belitung, Darmansyah Husain dan seluruh pejabat esselon II dilingkungan pemerintah provinsi kepulauan bangka Belitung, para praktisi, ketua dan anggota DPRD provinsi kepulauan Bangka Belitung. 

Seminar nasional yang bertemakan perihal netralitas PNS dalam pemilu dan pilkada di provinsi kepulauan Bangka Belitung siang itu menghadirkan sejumlah praktisi di bidang ilmu pemerintahan selaku narasumber diantaranya, Prof. Ryaas Rasyid selaku keynote speech yang mana dalam sharing knowladge -nya memaparkan perihal upaya membangun good governance pada birokrasi pemerintahan, yang kemudian acara dilanjutkan sharing knowlage dari sejumlah praktisi di bidang ilmu pemerintahan lainnya.

Adapun sejumlah praktisi yang memberikan materi seminar nasional siang itu diantaranya; profesor Purwo Santoso dimana dalam sharing knowladge - nya dengan peserta menyampaikan materi perihal politik netral aktif – reformulasi peran birokrasi dalam seleksi kepala daerah dan kepala pemerintahan,

Pemberian materi sharing knowlage yang kedua dilanjutkan oleh profesor. R.Siti Zuhro yang menyampaikan perihal polarisasi politik dan netralitas birokrasi dalam pilkada “ Masalah dan Prospeknya” . Kemudian  dilanjutkan oleh Prof. Dr. Sofian Effendy dan kemudian terakhir materi sharing knowladge disampaikan oleh Professor Muchlis Hamdi dimana dalam sharing knowladge nya menyampaikan materi membangun system kepegawaian yang memiliki kekedapan terhadap instrusi politik sempit.  Selain penyampaian materi, dalam acara tersebut juga dilakukan pelantikan pengurus MIPI (masyarakat ilmu pemerintahan Indonesia) kepulauan bangka Belitung oleh ketua umum MIPI, yakni Fauzi Bowo.  (sm/mc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Stevani
Editor: 
Stevani