Gubernur: KPID Harus Jalankan Tupoksi

Pangkalpinang – Tujuh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dilantik, Senin (16/03/2015). Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung meminta agar sejumlah komisioner tersebut menjalankan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) dengan baik. Tak hanya itu, sebab Gubernur juga membuka pintu bagi komisioner yang ingin koordinasi langsung.

“Jangan sungkan-sungkan berkoordinasi serta menyampaikan informasi- informasi penting terkait fungsinya kepada pemerintah. Saya ucapkan selamat kepada anggota KPID Babel yang baru saja dilantik,” jelasnya saat kegiatan pelantikan yang berlangsung di lantai III Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Terdapat beberapa persoalan lain yang sempat disampaikan Gubernur. Ia juga mengingatkan agar komisioner bertugas sebaik-baiknya sesuai harapan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebagaimana diketahui, tujuh komisioner yang dilantik Gubernur merupakan hasil perekrutan tahun lalu dengan masa bakti tahun 2014 hingga 2017. Pelantikan ini dilaksanakan sebagai bagian akhir dari proses seleksi komisioner KPID yang telah dilaksanakan Oktober 2014 lalu. Wajah-wajah baru komisioner tersebut guna melanjutkan tugas komisioner periode sebelumnya.

Nama-nama komisioner KPID itu di antaranya Ruslan, Wahyu Saputra, Miranty Afrianingsih, Amiruddin, Barliyanto, Novrian Saputra, dan Rusdiar. Seleksi komisioner KPID hingga tahapan pelantikan ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Noviar Ishak Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, KPID merupakan lembaga yang mempunyai peran sangat penting dalam bidang penyiaran. Sebab lembaga penyiaran merupakan media komunikasi massa yang memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial, budaya, politik dan ekonomi.

“Kehadiran KPID ini diharapkan dapat menjadi wadah menyerap aspirasi penyiaran di tingkat lokal. Sebab dalam pengelolaan sistem penyiaran harus bebas dari berbagai kepentingan, karena penyiaran merupakan ranah publik, dan digunakan untuk publik,” ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nona Dian Pratiwi
Fotografer: 
Evani
Editor: 
Huzari