Gubernur: Pemda Konsen Kembangkan Filateli Regional

PANGKALAN BARU - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi minta jajaran pemerintah daerah untuk tetap konsen terhadap pengembangan perfilatelian di tingkat regional. Kebijakan itu perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif dari lajunya perkembangan teknologi informasi dewasa ini.

"Meskipun penggunaan prangko saat ini sedang mengalami kemunduran namun pemerintah daerah diharapkan dapat terus mengembangkan filateli secara regional, sejalan dengan amanat Undang Undang Nomor 38 tahun 2009 tentang Pos dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatikan Nomor 21 tahun 2012 tentang prangko," ungkap Gubernur Rustam Effendi ketika membuka resmi Lokakarya Filateli 2014 di Hotel Novotel, Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Selasa (28/10/2014).

Gubernur mengharapkan kegiatan atau kegemaran mengumpulkan dan mempelajari prangko (filateli) dapat terus tumbuh dan berkembang seiring kemajuan teknologi dan informasi. Dirinya mengapresiasi masih tingginya animo masyarakat di bidang filateli. Banyak hal positif yang dapat dimanfaatkan dari prangko selain sebagai bukti pelunasan biaya pengiriman pos. Prangko juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, benda seni hingga koleksi yang memiliki nilai tinggi. Informasi yang terdapat pada prangko menggambarkan tentang keragaman yang dimiliki oleh wilayah dalam suatu negara diantaranya flora fauna, tokoh terkemuka hingga panorama alamnya.

"Lokakarya merupakan wujud perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap pengembangan dan penggunaan prangko sebagai media pembelajaran sebagaiman diamanatkan oleh UU No 38 tahun 2009 tentang Pos. Dan juga sebagai salah satu peran Kementerian Kominfo untuk mendukung tujuan sistem pendidikan nasional, mengingat prangko dan benda filateli memiliki fungsi sebagai sarana pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan," tambahnya.

Gubernur menyadari kegiatan filateli dapat menambah pengetahuan dan kreatifitas bagi generasi muda, terutama di kalangan pelajar dan tenaga pendidik. Filateli dapat membentuk kepribadian serta memunculkan sikap ketekunan, mencintai keindahan, memacu keinginan mencari ilmu pengetahuan, sabar dan tidak mudah menyerah, melatih sifat jujur, berani dan pandai membina hubungan antar sesama.

"Dengan filateli, kami berharap generasi muda dapat menyalurkan waktu, perhatian dan kegiatan ke arah yang lebih bermanfaat," kata Gubernur.

Sementara Direktur Pos Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Bonnie M Thamrin Abdul Wahid mengemukakan, mencintai kegiatan filateli dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai keanekaragaman di seluruh dunia, termasuk kecintaan terhadap sumberdaya di Tanah Air.

"Dari sebuah prangko, melalui gambar dan keterangan hingga cap posnya, kita dapat mengetahui jatidiri suatu negara dan potensinya. Ini akan memperkaya pengetahuan kita," papar Bonnie M Thamrin.

Melalui kerjasama dengan PT Pos, pemerintah daerah dan pihak lainnya, Bonnie optimistis filatelis dapat mengembalikan masa kejayaan meski tidak seperti beberapa dekade sebelumnya. Karena, menurut dia, hubungan sosial akan selalu terjalin di tengah masyarakat dunia. Baik melalui teknologi informasi maupun dengan menggunakan sarana lainnya seperti saling berkirim surat, tukar-menukar benda filateli maupun bersahabat dalam kegiatan-kegiatan filateli.

"Mereka (yang memiliki kegemaran filateli-red) cenderung memperluas persahabatan dengan sesama filatelis. Ini terjadi di seluruh belahan dunia. Lewat filateli kita juga dapat memperkuat jatidiri bangsa, contohnya dengan mengikuti kegiatan pameran maupun kompetisi. Filatelis Indonesia tidak kalah dengan mereka dari negera lain," kata Bonnie.

Kementerian Komunikasi dan Informatika, tegas Bonnie, secara berkelanjutan terus memotivasi masyarakat terutama para pelajar dan tenaga pendidik untuk memanfaatkan prangko dan filateli sebagai alat edukasi masyarakat dan sarana pembelajaran. Antara lain melalui penyelenggaraan lokakarya filateli di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan diikuti sedikitnya 150 peserta, terdiri dari pejabat pemerintah, para guru dan siswa SMP sederajat di Kota Pangkalpinang. Sedangkan para pembicara dan narasumber berasal dari unsur Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Dinas pendidikan Kota Pangkalpinang, Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI).

Pembukaan lokakarya ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi dan penandatanganan sampul peringatan lokakarya yang bertema "Filateli, Cara Pintar Mengenal Dunia". (ism-tim mc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ismail
Fotografer: 
Ismail
Editor: 
Ismail