Gubernur Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan

JATINANGOR, JAWA BARAT – Erzaldi Rosman Gubernur Kepulauan Bangka Belitung berhasil meraih gelar doktor ilmu pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Selama sekitar dua jam dua puluh menit sebelas doktor dan professor menguji disertasi bertajuk Strategi Implementasi Kebijaksanaan Pembangunan Pelabuhan dalam Pemanfaatan Potensi Alur Laut Kepulauan Indonesia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Saat memaparkan disertasinya, Erzaldi mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan merupakan kesatuan wilayah yurisdiksi, berdaulat serta mempunyai hak dan wewenang penuh yang diakui dunia internasional untuk mengatur, mengelola dan memanfaatkan kekayaan kelautan. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan secara geografis memiliki posisi sangat strategis.

“Indonesia berada di persilangan dua benua yakni Australia dan Asia dan dua samudera yakni Hindia dan Pasifik. Kondisi geografis tersebut menyebabkan Indonesia berperan menjadi bufferzone atau daerah penyangga bagi kedua benua. Berdasarkan peta ALKI, wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk jalur ALKI I,” kata mahasiswa pascasarjana S3 Ilmu Pemerintahan IPDN Angkatan Kedua tersebut.

Menurutnya, Pulau Bangka memiliki letak yang strategis dalam konektivitas pelayaran kapal-kapal. Letak ini merupakan alur pelayaran dalam negeri maupun luar negeri dan menjadi jalur utama pelayaran kapal-kapal dari salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yaitu Selat Malaka menuju perairan Indonesia. Tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memulai gagasan untuk membangun pelabuhan utama internasional dan kawasan industri.

Hal tersebut mempertimbangkan letak posisi strategis Pulau Bangka di jalur ALKI 1. Selanjutnya, kata Erzaldi, keluarlah keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP414 Tahun 2013 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) dengan menetapkan Desa Tanjung Berikat untuk dibangun Pelabuhan Pengumpul.

Penulis disertasi mengidentifikasi, Indonesia belum bisa mengoptimalkan potensi laut sebagai salah satu penghela pertumbuhan perekonomian dan pembangunan nasional. Kemudian, keunggulan geografis dan potensi milik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih belum secara signifikan memberikan peran optimal bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat. Selain itu, pemerintah provinsi belum bisa membaca peluang dengan baik.

“Namun kawasan pembangunan pelabuhan yang ditetapkan dalam RIPN masuk dalam kawasan hutan lindung. Persoalan ini harus dikomunikasi dengan pemerintah pusat, sehingga rencana pembangunan pelabuhan dapat segera terealisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam membaca peluang membangun daerah,” jelasnya.

Usai memberikan gelar doktor, Ermaya Suradinata Rektor IPDN berpesan setelah menyelesaikan semua tahapan perkuliahan panjang dan sulit, maka IPDN mempromosikan sebagai doktor ilmu pemerintahan ke-15 dengan nilai sangat membanggakan. Disertasi berjudul Strategi Implementasi Kebijaksanaan Pembangunan Pelabuhan dalam Pemanfaatan Potensi Alur Laut Kepulauan Indonesia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berhasil menyusun konsep baru.

“Konsep baru tersebut merupakan salah satu kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan ilmu pemerintahan. Selama ini Anda sangat konsisten belajar dan berkomitmen mengembangkan ilmu pemerintahan. Kita saat ini dihadapi tantangan besar dan tuntutan profesi berat, darmabaktikan ilmu yang dimiliki demi masyarakat, bangsa dan negara,” harapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky/Huzari
Fotografer: 
Rizky