Gubernur Serahkan Bantuan Senilai Rp60 Juta

Batu Belubang  – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menyerahkan bantuan senilai Rp60 juta kepada warga Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (7/10/2016). Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang seperti panci serba guna, wajan, tempat nasi, rantang dua susun, teko, seragam sekolah, selimut woll dan matras.

Penerima bantuan merupakan masyarakat yang pernah menjadi korban banjir di daerah setempat. Pantauan Babelprov.go.id, tampak antusias masyarakat menyambut Gubernur saat mendatangi lokasi penyerahan bantuan. Ratusan anak sekolah dasar saling rebutan untuk dapat bersalaman dengan orang nomor satu di Bangka Belitung tersebut.

Tak hanya bantuan yang didapatkan masyarakat daerah pesisir ini. Gubernur mengatakan, pemerintah provinsi telah menganggarkan dana untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Ke depan, nelayan mendapatkan perlindungan berupa asuransi jiwa. Sebanyak 50.000 asuransi jiwa bakal diterbitkan secara bertahap selama lima tahun.

“Setiap tahun pemerintah provinsi memberikan asuransi jiwa kepada 10.000 nelayan. Sehingga dalam kurun waktu lima tahun, program pemberian asuransi untuk 50.000 nelayan dapat tercapai,” kata Gubernur di Masjid Baiturrohma, Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (7/10/2016).

Pelaksanaan kegiatan pemberian bantuan ini seiring perjalanan rutin safari Jumat. Menurut Gubernur, safari Jumat dilakukan untuk mempererat tali silaturahim antara sesama. Pemberian bantuan pun kerapkali diberikan ketika melakukan kegiatan ini. Untuk sekarang, pemberian bantuan sedikit lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

Masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan pembangunan masjid tidak perlu membuat yayasan terlebih dahulu. Ia memaparkan, kini masyarakat cukup mengajukan proposal. Jika sudah memenuhi ketentuan, dana dapat dicairkan. Dulu ketika harus membentuk yayasan, sekitar 80 persen dana telah dianggarkan dikembalikan ke kas daerah.

“Masyarakat kesulitan mendapatkan bantuan jika harus menggunakan yayasan. Program peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya juga menjadi perhatian. Seperti memberikan fasilitas pembuatan sertifikat tanah. Cukup banyak masyarakat mempunyai rumah, namun tidak mempunyai sertifikat tanah. Padahal sertifikat diperlukan sebagai kekuatan hukum,” tegasnya.

Pemerintah berupaya memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat. Dikatakan Gubernur, masyarakat tidak perlu membayar untuk mendapatkan sertifikat atas kepemilikan lahan. Sebab biaya pembuatan sertifikat sudah dianggarkan pemerintah, sehingga masyarakat bisa mendapatkan sertifikat secara gratis.

Selain berguna sebagai payung hukum, jelasnya, sertifikat tanah milik masyarakat juga dapat mempermudah pengajuan pinjaman ke perbankan. Masyarakat bisa menjadikan sertifikat sebagai agunan ke parbankan untuk keperluan memperkuat modal usaha. Jika usaha berjalan lancar, tentunya berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan.

“Mengenai sektor unggulan, kita tidak lagi mengandalkan pertambangan. Pengembangan sektor pariwisata lebih menjanjikan. Sekarang sudah ada kawasan ekonomi khusus pariwisata di Belitung. Selanjutnya kawasan serupa juga ada di daerah-daerah lain di Bangka Belitung. Agar daerah bisa maju, masyarakat harus menciptakan kondisi kondusif,” harapnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra