Gubernur Tegaskan Babel Yang Pertama Terapkan BLUD SMK

YOGYAKARTA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, menegaskan bahwa rencana penerapan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Babel adalah yang pertama di Indonesia. 

Hal itu diungkapkan Gubernur Erzaldi Rosman saat memberikan sambutannya pada kegiatan Penandatanganan Nota Kesepakatan /Momerandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat, UNY lt. 2, Senin (3/2/2020) sore.

Menurut Gubernur Erzaldi Rosman, BLUD diperlukan untuk meningkatkan kemampuan kompetensi murid, serta melatih jiwa kewirausahaan para murid agar siap terjun ke masyarakat.

Namun, untuk menuju BLUD, guru dan sekolah juga perlu meningkatkan kemampuan. Oleh sebab itu, beliau berharap dalam kerja sama ini dan di bawah bimbingan UNY, penerapan BLUD sebagai Unit Bisnis di SMK dapat berjalan dengan baik dan benar. 

Penandatangan MoU antara kedua belah pihak merupakan hasil tindak lanjut kunjungan Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, ke Bangka Belitung beberapa waktu lalu.

Beberapa poin kesepakatan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya, dan pengabdian kepada masyarakat, menjadi fokus utama dalam kerja sama ini. 

Serta kesepakatan lain terkait Peningkatan Kemampuan dan Prestasi Olahraga Murid SMA/SMK se-Babel dan Peningkatan Kualitas Guru, Pembina, dan Pelatih Olahraga di Babel, khususnya untuk membantu mengelola sekolah olahraga yang ada di Bangka Belitung.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman kembali melanjutkan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan SDM di Babel, bukan hanya mengirimkan murid tetapi juga guru-guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kemampuannya sebagai fungsi pengabdian kepada masyarakat. Bangka Belitung membuka pintu secara luas bagi mahasiswa UNY sebagai tempat penelitian maupun riset. 

Sementara itu, Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, pada kesempatan itu menyambut gembira atas kelanjutan kerja sama untuk kesekian kalinya ini. Diharapkan untuk kali kedua ini akan lebih konkrit.

Sutrisna menjelaskan bahwa UNY sejak tahun 2009 lalu sudah menyandang BLUD. Hal ini tentunya bisa menjadi contoh bagi penerapan BLUD SMK di Babel, tentang cara mengembangkan unit maupun akademiknya. 

Sutrisna juga menjelaskan bahwa atas kebijakan Menteri Pendidikan RI dengan sistem perkuliahan 5 semester di bangku kuliah dan 3 semester di lapangan, memungkinkan Bangka Belitung menjadi daerah penelitian melalui riset, KKN, PPL, dan sebagainya, sehingga mahasiswa bisa belajar sambil mengembangkan potensi daerah sementara. UNY yang sebagian besar terdiri dari divisi pendidikan juga memungkinkan memberikan bantuan pendampingan dan peningkatan kemampuan guru dan kepala sekolah sesuai dengan butir-butir kesepakatan. 

Rektor UNY juga berharap Bangka Belitung dapat memberdayakan Ikatan Alumni UNY yang ada untuk melakukan pengabdian masyarakat dan pengembangan pendidikan.

Hadir dalam kegiatan ini di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh; Kepala Biro Pemerintah Setda Babel, M. Haris; Dewan Pendidikan Babel; serta masyarakat yang diikuti oleh Perwakilan Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB sederajat se-Bangka Belitung yang sebelum kegiatan ini bersama para kepala sekolah lainnya mengunjungi beberapa Sekolah SMK, SMA, dan SLB unggulan di Yogyakarta sebagai bahan percontohan untuk menerapkan sistem sekolah mereka di sekolah-sekolah yang ada di Bangka Belitung nantinya.

Gubernur Erzaldi Rosman bersama para kepala sekolah SMA/SMK/SLB se-Babel usai menandatangani MoU dengan UNY, direncanakan melanjutkan perjalanan ke Surabaya untuk melanjutkan kunjungan ke beberapa sekolah di kota pahlawan tersebut.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Rafiq
Editor: 
Listya