Gubernur : Umat Beragama di Bangka Belitung Cukup Baik dan Harmonis

Pangkalpinang – Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat memilih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai tempat perlehatan acara Konven Pendeta Suami/Istri dan Persidangan Sinode Tahun 2014, yang berlangsung selama lima hari dari tanggal 17-22 Februari 2014.

Penetapan Bangka Belitung menjadi tuan rumah untuk acara tersebut disambut baik oleh Gubernur Babel Rustam Effendi. Beliau menyampaikan bahwa kondisi kehidupan umat beragama di Bangka Belitung cukup baik dan harmonis. Karena masyarakat Bangka Belitung menyadari bahwa kehidupan beragama merupakan hak mendasar dan paling utama.

Kemudian dalam memiliki keyakinan, negara Indonesia pun turut menjamin keberadaannya dengan undang-undang. Dan negara pun memfasilitasi setiap orang dapat melaksanakan ibadah sesuai keyakinannya.

“Semoga persidangan ini dapat berjalan lancar, aman, tertib, dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang menyejukan dan membanggakan umat GPIB se-Indonesia khususnya, dan dapat untuk membangun spiritualitas yang positif bagi masyarakat Indonesia Umumnya,” ujar Gubernur pada sambutannya.

Keputusan GPIB memilih Bangka Belitung sebagai tempat penyelenggaraan Konven Pendeta Suami/Istri dan Persidangan Sinode Tahun 2014 karena Provinsi Bangka Belitung termasuk dalam wilayah pelayanan GPIB. Di pulau Bangka terdapat 6 (enam) Jemaat GPIB dan di pulau Belitung terdapat 2 (dua) Jemaat GPIB. Sedangkan untuk keseluruhan GPIB ini tersebar di 26 Provinsi dengan jumlah jemaat mencapai 311 Jemaat yang ada di Indonesia.

Untuk penyelenggaraan Konven Pendeta ini sendiri dilaksanakan per dua tahun pada setiap bulan Februari yang bertepatan dengan diselenggarakan Persidangan Sinode Tahunan.

Di Konven ini para pendeta GPIB yang memiliki kurang lebih 400 orang pendeta organic, yang ditugaskan di 307 Jemaat Mandiri (GPIB memiliki sebanyak 311 Jemaat Mandiri menurut daftar Jemaat-jemaat GPIB) dan di Pos Pelayanan dan Kesaksian akan saling berbagi pengalaman dalam pelayanan dan akan dibekali dengan berbagai pemahaman yang dibutuhkan.(K5/TMC)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo
Editor: 
Khalimo