Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pejabat Tinggi Pemprov Dapatkan Pembekalan dan Penguatan Kompetensi Soft Skill

PANGKALPINANG –  Dinamika dan tantangan revolusi industri 4.0, akan dihadapi oleh setiap organisasi termasuk di dalamnya organisasi pemerintah, maka kesiapan SDM dalam hal ini ASN untuk mampu  beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi sangat dibutuhkan.

 Hal ini sebagaimana diungkapkan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah pada hari ini Kamis (24/01) di Cordela Hotel dalam sambutannya saat membuka dan menghadiri kegiatan penguatan soft skill bagi ASN pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator  di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diselengarakan oleh Badan Kepegawaian Pengembangan SDM.

Wagub mengungkapkan bahwa kompetensi SDM yang didukung dan diperkuat dengan aspek soft skill merupakan satu faktor yang harus dimiliki oleh ASN dalam setiap organisasi untuk menghadapi dan bertahan ditengah dinamika perubahan-perubahan yang terjadi baik yang direncanakan maupun tidak direncanakan.

“Kompetensi sumber daya manusia dan didukung dengan penguatan soft skill  adalah kunci untuk menghadapi kompetisi di tengah era persaingan global untuk mampu memecahkan masalah," ungkap Wagub Abdul Fatah.

Untuk itu, dijelaskan Wagub bahwa peningkatan kompetensi SDM khususnya bagi ASN sangat perlu dilakukan dengan harapan melalui peningkatan kompetensi yang diberikan dapat memperbaiki cara kerja ASN lebih efektif dan efisien.

“Menyongsong era revolusi industri 4.0 saat ini banyak sekali tantangannya dan membawa dampak perubahan, oleh sebab itu kesiapan dari ASN sebagai penggerak utama tata kelola birokrasi sangat dibutuhkan dan sesuai dengan program pemerintah yang pada tahun lalu berfokus pada pembangunan infrastruktur namun saat ini dan ke depan pemerintah fokus pada pengembangan sumber daya manusia”, ungkap Wagub.

Masukan dan pengarahan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 juga disampaikan oleh dua narasumber dari komisi aparatur sipil negara (KSN) yakni Prof. Dr. Sofian Effendi selaku Ketua Komisi KSN yang menyampaikan materi terkait transformasi ASN menuju ekonomi Indonesia ke-5 dunia. Sedangkan Komisioner KASN Bidang Mediasi dan Perlindungan, Tasdik Kinanto yang menyampaikan materi pengembangan soft skill untuk pengembangan kompetensi dan pola karir.

Dijelaskan Prof. Dr. Sofian Effendi bahwa perubahan pola komunikasi di era revolusi industri 4.0 yang saat ini bergeser pada sistem digitalisasi, maka selain memiliki kemampuan pola komunikasi linier, juga  perlu dibekali dengan  kemampuan pola komunikasi simetris pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta kemampuan untuk membangun kerja sama dan inovatif merupakan beberapa aspek softskill yang diperlukan dalam menghadapi tantangan dan dinamika era revolusi industri saat ini.  

“Jadi soft skill yang dibutuhkan dalam menghadapi dinamika perubahan yang terjadi satu diantaranya perlu memiliki kemampuan komunikasi berbasis sistem digital; kedua kemampuan membangun kerjasama dan ketiga berorientasi pada inovasi dan kreatifitas”, ungkap Prof. Dr. Sofian Effendi

Sementara itu Tasdik Kinanto dalam materi pengarahannya menyampaikan bahwa selain kompetensi hard skill dan soft skill ASN, aspek pengembangan dan kepastian sistem pola karir ASN perlu diperhatikan sebagai motivasi bagi para ASN ditengah-tengah dinamika perubahan dan tantangan yang dihadapi dalam bekerja.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Lulus (Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Kep. Babel)
Editor: 
Mamaq