Hanya Tambah 2 Perunggu, Babel ke Peringkat III

PANGKALPINANG - Cabang olahraga Renang memang tak menjadi andalan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).  Terbukti, sejak mulai digelarnya olahraga air ini, posisi Babel dari urutan ke-2 malah melorot ke urutan 3 perolehan medali sementara.       Hasil pertandingan kemarin (17/11), Babel hanya menambah 2 medali perunggu yang dipersembahkan atlet cabor Biliar atas nama Siswanto di nomor Bola 8 Single Putra, dan Joko Suwanda di nomor Bola 15 Single Putra.

Dengan demikian perolehan medali sementara Babel dengan 16 emas, 14 perak, dan 14 perunggu.  Sementara Riau di posisi teratas dengan 24 emas, 25 perak, dan    11 perunggu.  Sementara di posisi kedua kembali diduduki Sumatera Selatan dengan 20 emas, 16 emas, dan 18 perunggu. (Selengkapnya lihat grafis)

Secara keseluruhan posisi peringkat perolehan medali ini masih berpeluang besar berubah.  Hal ini merujuk masih banyaknya nomor yang dipertandingkan/diperlombakan. 

Misalnya dari Cabor Renang.  Dari 32 nomor, masih ada 16 nomor lagi yang diperlombakan.  Dan sepertinya Provinsi Riau dan Sumsel akan menjadi peraih medali terbanyak dari cabor ini.  Kemarin saja, Riau meraih 2 emas dan Sumsel meraih 3 emas.

Sementara di cabor Silat yang lusa baru kembali dipertandingkan, masih menyisakan 15 nomor.  Babel sendiri hingga kemarin, belum dapat berbicara banyak di cabor beladiri ini.  Adapun salah satu cabor yang masih diharapkan sumbangan medalinya adalah Panjat Tebing yang menyisakan 8 nomor, dan 4 nomor diantaranya akan diperlombakan hari ini.

 

Bengkulu Tuan Rumah Porwil X-2019

Provinsi Bengkulu akan menjadi tuan rumah Porwil X Tahun 2019 mendatang.  Dipilihnya Bengkulu merupakan hasil kesepakatan Pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) se Sumatera dalam rapat yang digelar, Sabtu malam (14/11) di Rumah Makan Pagi Sore Pangkalpinang. 

Wakil Ketua KONI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Apik Chakib Rasjidi, kepada wartawan menjelaskan,  dipilihnya Provinsi Bengkulu, memang karena Negeri Bunga Raflesia ini belum pernah menjadi tuan rumah pada ajang Porwil Sumatera ini.  "Porwil pertama digelar di Sumatera barat pada tahun 1984.  Berikutnya di Riau (1988), Sumsel (1992), Aceh (1996), Jambi (1999), Lampung (2003) Sumut (2007) dan pada Porwil VIII di Batam Kepulauan Riau.  "Ini berarti setelah Babel, tinggal Bengkulu yang belum menjadi tuan rumah, makanya untuk Porwil X, Bengkulu jadi tuan rumah," ungkap Apik yang juga Ketua Harian PB Porwil Sumatera IX-2015.

Selain menetapkan Bengkulu sebagai tuan rumah Porwil X, dalam pertemuan tersebut juga menurut Apik, dihasilkan beberapa saran untuk Bengkul.  "Yang pertama diharapkan ada penambahan cabang olahraga yang dipertandingkan di Porwil X.  Jika di Porwil VIII ada 7 cabor dan di Porwil IX ini ada 10 cabor, maka kita berharap di Bengkulu ada cabor tambahan yang dipertandingkan.  Tapi itu terserah pihak Bengkulu untuk memutuskannya.  Kita juga mengharapkan ada jaminan dari pihak Pemerintah daerah maupun DPRD setempat untuk kesiapan Bengkulu sebagai tuan rumah," pungkas Apik.

 

Silat, Hanya Rindu yang Tersisa

Satu persatu Pesilat tuan rumah Kepulauan Bangka Belitung tumbang ditangan lawan. Hanya Rindu Amelia di kategori F putri yang tersisa, usai mengalahkan pesilat Sumatera Selatan dengan skor telak Jurror 5-0, di Arena STMIK ATMA Luhur Pangkalpinang, Selasa (18/11). hasil tersebut pun mengantarkan Rindu maju ke babak berikutnya dan berpeluang menoreh emas.

Rindu yang berada pada sudut biru sempat kesulitan diawal ronde.  Ia beberapa kali tampak menoleh ke tim pelatihnya untuk mendapat instruksi strategi.  Alhasil, masukan motivasi dan strategi dari pelatih membuahkan hasil, serangan yang dilancarkan Rindu menuai poin kemenangan hingga pertarungan usai. 

Kegemilangan Rindu, tidak diikuti pesilat Babel lainnya yang dibuat tidak berdaya di hadapan lawan. Seperti, Rabiatul Adawiyah yang menyerah di tangan pesilat Sumatera Utara, Rahmadianti.

Tidak hanya putri, Erlangga Riswanan yang tampil di kategori putra juga gagal meraih kemenangan, usai dikalahkan pesilat Sumatera Barat, Heri Gunawan. Awalnya di ronde awal dan pertengahan kedua Erlangga sempat unggul poin di 3 juror.  Namun Heri bangkit hingga mampu membalikkan keadaan menjadi 4-1 saat waktu usai.(raf/fiz)

Sumber: 
PB Porwil
Penulis: 
raf/fiz