Hari Habitat Dunia, Pemukiman Kumuh Menjadi Perhatian Serius Pemerintah


Pangkalpinang - Pemerintah terus berupaya dalam mengentaskan pemukiman kumuh agar menjadi lebih sehat dan lebih baik, melalui program-program prorakyat untuk mengentaskan kemiskinan, termasuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan lingkungan yang lebih baik. 
"Itu cara kita untuk secara sistemis, berkelanjutan, bertahap mengentaskan pemukiman kumuh menjadi lebih sehat dan lebih baik," kata Budiman Ginting, Asisten II Bidang Pembangunan Setda Prov Kep Babel pada acara peringatan Hari Habitat Dunia 2014 di Belakang Masjid Jamik Pangkalpinang, Jumat (10/10).
Namun tambah Budiman, Kepedulian kita terhadap habitat perlu ditingkatkan. Pasalnya  ada dari kita yang sangat peduli, namun ada pula yang kurang peduli pada lingkungan. 
"Semua pihak harus peduli terhadap permukiman kumuh dan memberikan solusi bagi peningkatan kondisi hidup masyarakat terutama masyarakat miskin" ujar Budiman.
Tempat tinggal yang layak dan berada di lingkungan yang sehat menjadi impian kita semua. Kita harus memiliki pemahaman yang sama untuk mewujudkan pemukiman layak huni, tentunya kita semua wajib peduli, dan juga harus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mau berbagi informasi, pengalaman, solusi untuk mewujudkan pemukiman layak huni.
Budiman menjelaskan, pencapaian 100-0-100 persen program pemerintah tentang sanitasi dan pemukiman pada tahun 2019 harus terwujud. Menurutnya, Di Indonesia sendiri, pada tahun 2019 nanti, akses air minum sudah 100%, tidak ada lagi pemukiman kumuh atau 0% luas kawasan kumuh, dan 100% akses sanitasi lingkungan, harus sudah terwujud, jelasnya.
"Terkait dengan peringatan Hari Habitat Dunia 2014, Budiman berharap bersih-bersih dan penanaman pohon ini sebagai bentuk semangat dan tekad bersama untuk menyerasikan langkah dan upaya dalam meningkatkan habitat yang baik di Babel. Dan pohon yang kita tanam ini, moga bisa menjadi bagian dari kebutuhan kita bersama," harapnya.
Sementara itu, Sarjulianto Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, PBB menetapkan Hari Habitat Dunia jatuh pada Senin pertama di bulan Oktober. Atau tahun ini jatuh pada tanggal 6 Oktober . Tema Hari Habitat Dunia 2014 yang ditetapkan oleh UN Habitat, adalah voice for slums, sedangkan di Indonesia mengangkat tema "aspirasi masyarakat pemukiman kumuh". Menurut Kepala Dinas PU Prov Kep Babel, tujuan dari agenda Hari Habitat Dunia 2014 adalah sebagai momentum untuk membahas kondisi permukiman dunia dan penghargaan atas hunian layak bagi warga serta mengingatkan para pemangku kepentingan akan tanggung jawab bersama atas kehidupan hunian yang lebih baik.
Lebih jauh Sarjulianto mengatakan, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemuda. Pemuda ini akan menjadi voice untuk mewujudkan pemukiman yang layak huni dan lebih baik.
"Kita sudah melakukan training tentang leadearship dibidang sanitasi. Peserta dari pemuda dan akademisi, dan mereka ini lah yang jadi suara yang akan mengkampanyenkan tentang petingnya sanitasi lingkungan kepada masyarakat," jelas Sarjulianto.
Pada kesempatan itu pula Budiman, Wakil Walikota Pangkalpinang M Sopian, Kadis PU Sarjulianto melakukan penanaman pohon disekitar sungai rangkui Pangkalpinang, dan melakukan bersih-bersih disepanjang aliran sungai rangkui.
 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina | Suci Lestari
Fotografer: 
Suci Lestari | Fajrina
Editor: 
Surianto