Herum: Selesaikan Agenda Rutin

Sungailiat – Beberapa kegiatan bakal dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun ini. Sejumlah agenda tersebut di antaranya, pendataan sensus pertanian sub sektor, pendataan potensi desa (Podes), persiapan survei penduduk antar sensus (Supas), persiapan sensus ekonomi tahun 2016, perubahan tahun dasar baru PDRB 2010, analisis sensus pertanian tahun 2013 dan penyusunan renstra BPS.

Herum Fajarwati Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, sejumlah kegiatan tersebut merupakan kegiatan prioritas nasional yang wajib disukseskan. Banyak persoalan harus dicermati mulai dari teknis hingga mengenai administrasi. Ratekda kali ini merupakan langkah merapatkan dan menetapkan barisan. Dalam melaksanakan kegiatan hendaknya mematuhi rambu-rambu rencana dan jadwal.

“Selain menyelesaikan kegiatan prioritas, kita juga harus menyelesaikan agenda-agenda rutin BPS.  Seperti survei industri, survei harga, survei pariwisata, susenas, sakernas dan kegiatan ad hoc lainnya yang perlu perhatian bersama,” kata Herum saat Rapat Teknis Daerah (Ratekda) Pimpinan BPS di Bangka Belitung, Kamis (20/2/2014).

Ratekda BPS se Bangka Belitung kali ini mengusung tema “Dengan Reformasi Birokrasi Kita Tingkatkan Kualitas Data dan Pelayanan Prima”. Herum mengajak sejumlah pimpinan BPS agar dapat mengatur waktu, sumber daya dan dana seefektif dan seefesien mungkin dengan melakukan koordinasi, pendekatan komprehensif dengan dinas-dinas terkait. Kerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk mempersembahkan data berkualitas, terutama di Bangka Belitung.

“Kita juga harus dapat memberikan pelayanan prima kepada pengguna data dalam rangka memasyarakatkan statistik,” ujarnya.

Sejumlah persoalan dibahas dalam ratekda. Seperti progress reformasi birokrasi dan sasaran kinerja pegawai. Tahun lalu BPS telah mencapai prestasi kerja menggembirakan dengan kenaikan penilaian laporan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari 60,11 menjadi 65,2 atau berhasil menyandang predikat B. Penilaian tersebut secara langsung dilakukan Kementerian PAN-RB.

Selain itu laporan realisasi anggaran tahun 2013 cukup baik yakni sebesar 92,49 persen. Menurut Herum, walaupun angka itu masih di bawah target rencana penyerapan yaitu 97,0 persen, namun diharapkan pencapaian opini wajar tanpa pengecualian dapat dicapai. Inti atau roh reformasi birokrasi sebenarnya terletak pada pelayanan prima berorientasi outcome  nyata bagi pengguna data dan perubahan mindset seluruh pegawai dalam organisasi.

“Tugas utama kita, menggeser paradigma dari era bekerja dengan cara business as usual menjadi paradigma era reformasi yang penuh dengan semangat perubahan budaya baru yang berorientasi pada kualitas dari pada kuantitas. Saya mengimbau agar saudara mampu mengoptimalkan pelayanan,” tegasnya.

Era sekarang ini, masyarakat diberikan kebebasan penuh untuk mendapatkan informasi atas kinerja pemerintah. Itu ditunjukan dalam bentuk open government  dengan memberikan keterbukaan atas apa saja yang diagendakan pemerintah. Oleh sebab itu, dalam melaksanakan tugas harus tertib administrasi dan bertanggung jawab.

“Mari kita kelola bersama setiap kegiatan teknis statistik secara tertib dan bertanggung jawab. Sehingga data berkualitas, pelayanan prima dan akuntabilitas kinerja meningkat. Kita upayakan membangun dan mengembangkan statistik demi kemajuan negara yang lebih baik,” harapnya.(hzr/adt/rf)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Rizky
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari