Hikuk Helawang Potensi Wisata Budaya Bangka Selatan

Bedengung – Usai panen padi, masyarakat Desa Bedengung, Kabupaten Bangka Selatan kerapkali melaksanakan tradisi adat tahunan Hikuk Helawang. Tradisi ini menggambarkan rasa kebersamaan masyarakat setempat dengan menyediakan makanan untuk disantap bersama. Nasi ketan beserta lauk pauk daging ayam panggang sangat menggoda selera.

Menu yang disajikan tak sembarangan, sebab nasi ketan dan ayam panggang mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat setempat. Jika diibaratkan rezeki, nasi ketan yang telah dipegang terus melekat dan tidak mudah hilang dari tangan. Sedangkan ayam menjadi simbol hewan penuh semangat dan bekerja keras.

Tak hanya masyarakat setempat yang bergembira menggelar acara ini. Sebab cukup banyak wisatawan ikut meramaikan Desa Bedengung ketika acara berlangsung. Kegiatan tradisi ini menjadi agenda wisata dan berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Acara adat ini harus dijadikan agenda pariwisata. Acara seperti ini bisa mendatangkan tamu-tamu dari luar, dan bisa meningkatkan perekonomian di provinsi kita," ujar Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat menghadiri acara adat Hikuk Helawang, di Desa Bedengung, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (25/4/2015).

Acara adat seperti ini seharusnya tidak hanya dilaksanakan di Desa Bedengung. Wagub mengharapkan kegiatan serupa juga dilaksanakan di desa lain. Agar acara adat ini dapat berkembang menjadi potensi pariwisata, hendaknya pelaksanaan kegiatan melibatkan pemerintah provinsi.

"Tahun depan diharapkan ada perubahan. Saya akan mengemas desa ini menjadi lebih baik. Mari kita membangun negeri ini menjadi lebih baik," ajak Wagub.

Sementara H Jamro Bupati Kabupaten Bangka Selatan menjelaskan, acara adat Hikuk Helawang ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Karena melalui acara adat ini dapat menjalin dan mempererat silahturahmi. Makanan khas dari acara adat Hikuk Helawang ini adalah ketan dan ayam panggang.

"Ketan terbuat dari beras dan lengket jika dipegang. Untuk menghilangkannya harus dibasuh (siram-red) menggunakan air. Jadi ibarat rezeki akan terus melekat dan tidak hilang seperti ketan. Sedangkan ayam menjadi simbol hewan yang penuh semangat dan bekerja keras," jelasnya.

Hal senada disampaikan Holidi, Kepala Desa Bedengung. Ia menjelaskan, acara adat Hikuk Helawang merupakan perwujudan rasa syukur masyarakat atas pemberian nikmat Tuhan. Adanya bantuan program pupuk subsidi dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, telah meningkatkan hasil panen padi petani tahun ini. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat desa ini merupakan petani.

"Mata pencaharian sebagian besar penduduk desa ini petani. Adanya pencanangan program bantuan pupuk subsidi oleh Bupati, membuat hasil panen padi mengalami peningkatan," ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari
Fotografer: 
Fajrina
Editor: 
Huzari