Humas Pemerintah Pilar Pendukung Revolusi Mental

Palembang – Aagn Eri Dwipayana Staf Khusus Bidang Komunikasi Politik dan Kelembagaan Mensesneg RI mengatakan hubungan masyarakat (Humas) pemerintah menjadi salah satu pilar penopang penting demokrasi dan mensosialisasikan revolusi mental. Karena fungsi humas menjembatani antara pemerintah dan masyarakat.

“Humas pemerintah bagian penting untuk menjadikan demokrasi dan sosialisasi gerakan revolusi mental kita lebih baik, dengan membangun hubungan dua arah antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya saat menyampaikan materi dalam Forum Tematik Kehumasan di Ballroom Novotel, Palembang, Selasa (9/6/2015).

Seperti dilansir sebelumnya, kegiatan ini mengusung tema ‘Peran Strategis Goverment Public Relations (GPR) dalam Mensosialisasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental”. Sebanyak 400 orang menghadiri kegiatan yang digelar Kemkominfo RI ini. Sejumlah peserta merupakan anggota Bakohumas pusat dan perwakilan provinsi.

Dijadwalkan kegiatan ini berlangsung selama dua hari, terhitung tanggal 9 hingga 10 Juni 2015. Bertindak sebagai narasumber di antaranya Sugihartatmo Sekretaris Kementerian PMK, Eva Kusuma Sundari Staf Khusus Menteri PPN/Bappenas serta Aagn Eri Dwipayana Staf Khusus Bidang Komunikasi Politik dan Kelembagaan Mensesneg.

Tantangan komunikasi publik adalah transformasi media dan transparansi publik. Ia menambahkan, ada beberapa hal dalam transformasi media antara lain, media yang beragam, multiple issue, jalur kehumasan yang bervariasi, aksebilitas secara real time. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tranparansi publik yaitu, publik semakin kritis.

“Selain itu, tuntutan standar lebih tinggi, layanan pemerintah, tuntutan untuk berdialog, menjaga reputasi pemerintah serta persoalan data dan informasi,” paparnya.

Pergerakan media cenderung sangat cepat dan senantiasa berubah. Menurutnya, masyarakat akan mencari informasi melalui media yang berkembang. Bidang kehumasan dalam lembaga pemerintahan harus dapat menjadi jembatan antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan mendengarkan aspirasi rakyat.

Perannya membangun hubungan dua arah. Tak hanya itu, ia menekankan, humas lembaga pemerintah harus dapat menyampaikan yang akan dilakukan pemerintah dan mendengar yang diutarakan masyarakat. GPR memiliki peran penting dalam mewujudkan pemahaman publik dan dukungan publik terhadap pemerintah.

Ada lima arah komunikasi publik yang harus dijalankan humas pemerintah yaitu legitimasi, public trust, capturing, public education, public engagement. Lebih jauh ia menjelaskan, tugas humas menampilkan wajah pemerintah kepada publik, karena setiap pemerintah memiliki karakter berbeda yang harus ditampilkan ke publik.

Peran humas aktif dalam mengedukasi publik. Ia menekankan, caranya menyajikan informasi baik dan benar, baik dalam arti informasi itu lengkap, benar dalam arti informasi sebenarnya. Ke depan GPR harus mampu mengolah informasi dengan cepat dan akurat, karena publik saat ini memiliki karakter beragam, cukup aktif mengakses informasi.

Menyinggung mengenai revolusi mental, Aagn Eri mengatakan, revolusi mental memiliki konteks sejarah baik. Setiap bangsa memiliki cara mentransformasi masyarakat ke arah lebih maju. Benang merahnya, kemajuan bangsa dalam membangun karakter bangsa. Sebab kemakmuran harus dimulai membangun nation and character building.

"Maknai kemerdekan, kita mampu mentransformasikan jiwa bangsa koloni menjadi bangsa merdeka. Bangsa yang bebas menentukan arah dan kemajuan bangsanya sendiri," tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Huzari