HUT Ke-14 Bangka Selatan, Plt Gubernur berpesan Agar Budaya dan Muatan Lokal Jangan Ditinggalkan Atas Nama Modernisasi

TOBOALI (27/01) Kabupaten Bangka Selatan pada hari ini mengadakan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bangka Selatan dalam rangka memperingati hari jadi ke-14 Kabupaten Bangka Selatan, di Gedung Junjung Besaoh Kantor DPRD Kabupaten Bangka Selatan di Toboali. Peringatan hari jadi ke-14 Kabupaten Bangka Selatan kali ini dilaksanakan dengan tema : “Yo Hame Hame Kite Begawe Untuk Mewujudkan Bangka Selatan Mandiri, Maju, Sejahtera Dan Berdaya Saing”.

Dengan tema tersebut, Ketua DPRD berharap seluruh unsur pemerintahan kabupaten bangka selatan untuk menyelenggarakan kembali semangat kebersamaan dan kegotongroyongan yang telah dimiliki selama ini, sehingga kabupaten bangka selatan lebih maju dan sejahtera.

“Usia 14 tahun dalam ruang dan waktu mengatakan bahwa bertambahnya usia tersebut pada dasarnya mengisyaratkan peningkatan taraf kedewasaan, demikian juga dalam aspek sosial politik kekinian, pendewasaan pada diri pribadi, suatu kelompok atau golongan, menjadi kata kunci didalam menterjemahkan demokrasi sebagai suatu sistem yang membawa kebebasan ruang berpolitik, namun semua harus senantiasa dilakukan dengan damai dan toleransi serta taat azaz perundang-undangan”, ungkapnya.

Bupati Bangka Selatan Justiar Noer dalam sambutannya, menyatakan bahwa Kabupaten Bangka Selatan saat ini sudah kearah peringkat 163 dari sebelumnya angka 318 dan Alhamdulillah telah keluar dari opini disclaimer menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dalam kondisi 10 bulan 27 hari kepemimpinannya di periode ini sejak 27 Februari 2016.

Menanggapi hal tersebut, Plt Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Yuswandi A Temenggung dalam giliran sambutannya, menyatakan selamat atas capaian yang telah diperoleh selama 14 tahun tersebut. Dalam rangkaian daerah otonom baru seluruh indonesia sekarang ini, sudah ada lebih dari 500 daerah otonom dan lebih dari separuh sejak era reformasi adalah daerah otonom baru.

“Ini capaian yang luar biasa bagi daerah otonom baru walaupun belum maksimal, perjalanan daerah otonom baru Bangka Selatan ini sudah dalam track atau alur yang benar, tentu banyak hal yang perlu dibenahi dari waktu ke waktu”, ucapnya.

Selanjutnya menurut Yuswandi, penajaman prioritas itu penting karena 14 tahun kebelakang banyak dinamika, banyak perkembangan yang belum dipikirkan pada tahun-tahun sebelumnya. Penajaman prioritas itu penting diikuti dengan keinginan dan tantangan. Bahkan inovasi yang sudah dilakukan, dengan adanya spesialisasi 4 wilayah sebagaimana yang disebutkan Bupati Bangka Selatan, tentu tidak akan terjadi simpang siur didalam pencapaian target-target. Penajaman prioritas, kalau ada pergeseran, karena secara keseluruhan Bangka Belitung sudah bergeser kearah perekonomian yang ketiga ‘Jasa’, kalau itu bergeser porsinya berarti harus kita cermati.

“Contohnya kalau kita ingin kembangkan pariwisata, kita harus tahu bagaimana permintaan pariwisata. Kita punya banyak potensi-potensi tidak hanya alam, kita punya budaya (culture), kita punya muatan-muatan lokal yang tinggi, yang menurut hemat saya, itu yang justru akan baik. Jangan ditinggallkan atas nama modernisasi, ini penting. Mari dikemas hiburan Bangka khususnya Bangka Selatan”, ungkapnya.

Terkait Pemilihan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung bulan depan, Plt Gubernur menyatakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib netral dan Bupati/Walikota di wilayah  Bangka Belitung harus komit setelah terpilihnya Gubernur baru, tinggalkan afiliasi manakala proses demokratisasi itu telah selesai.

“Siapapun yang memimpin itu adalah pilihan rakyat, sepanjang proses demokratisasi itu tidak diciderai, jadi jangan atas nama 5 tahun, kemajuan-kemajuan kita, persaudaraan kita, hubungan kita satu sama lain untuk menuju sesuatu yang lebih besar kedepan akan tergoda, Saya menitipkan mari kita ikuti, kita awasi, kita cermati, siapapun yang terpilih pemimpin kita adalah keinginan rakyat secara demokratis”, kata Yuswandi.

Selanjutnya, Plt Gubernur menutup sambutannya dalam acara Rapat Paripurna Istimewa tersebut dengan sebuah pantun “Air mengalir mengikuti arus, begitu deras hingga ke lautan. Bangka Selatan majulah terus, jadi kabupaten yang maju lagi beriman”,ucapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Noviansyah
Editor: 
Ahmad Fauzan Syahzian