Impor Mesin Tempati Posisi Pertama

Pangkalpinang – Februari lalu mesin dan peralatan mesin (HS 85) menduduki posisi pertama dalam daftar impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Nilai impor ini menembus angka US$1,6 juta. Menduduki posisi kedua yaitu golongan mesin-mesin atau pesawat mekanik (HS 84) dengan nilai US$0,8 juta. Sementara di posisi ketiga ditempati golongan benda-benda dari besi dan baja (HS 73) dengan nilai US$0,1 juta.

Teguh Pramono Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, maka yang mengalami peningkatan terbesar pada golongan mesin-mesin atau pesawat mekanik (HS 84) hingga di atas ribuan persen. Begitu juga dengan mesin atau peralatan listrik (HS 85) yang meningkat 1180,1 persen. Sedangkan untuk benda-benda dari besi dan baja meningkat 30,2 persen.

“Untuk Februari 2013 terdapat fenomena yang sangat jarang terjadi yaitu, tidak adanya impor golongan kapal laut dan bangunan terapung atau HS 89,” kata Teguh saat jumpa pers di Kantor BPS Babel, Jalan Bangka, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (1/4/2013).

Nilai impor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Februari 2013 tercatat US$2,7 juta. Dijelaskannya, angka ini naik hingga 58,1 persen dibanding bulan sebelumnya yang hanya US$1,7 juta. Peningkatan impor ini terjadi pada impor non migas yaitu dari US$0,5 juta menjadi US$2,5 juta. Sedangkan impor migas turun signifikan dari US$1,2 juta menjadi US$0,2 juta.

“Selama dua bulan awal tahun 2013, yaitu Januari dan Februari mencapai US$4,4 juta. Angka ini turun 52,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$9,2 juta,” ungkapnya

Terjadinya penurunan nilai impor tersebut disebabkan turunnnya impor non migas hingga 60 persen dari US$7,6 juta menjadi US$3 juta. Ia menambahkan, sedangkan impor migas mengalami penurunan sebesar 16,7 persen dari US$1,7 juta menjadi US$1,4 juta.

Menurut negara asal impor, kata Teguh, China merupakan negara pasokan barang impor terbesar pada Februari 2013. Dalam hal ini terjadi perubahan negara pasokan terbesar yang pada bulan sebelumnya merupakan Negara Singapura. Nilai impor dari China sebesar US$1,1 juta dengan kontribusi impor terbesar mesin-mesin/pesawat mekanik dan mesin/peralatan listrik berperan sebesar 40,74 persen terhadap total impor.

“Kemudian diikuti Negara Jerman sebesar US$1,1 juta dengan kontribusi mesin/peralatan listrik, Malaysia dengan nilai impor US$0,3 juta dengan kontribusi utama impor benda-benda dari besi dan baja. Selanjutnya Negara Vietnam dengan nilai impor US$0,2 juta dengan kontribusi bahan bakar mineral atau crude petroleum oil,”  tegasnya.(hzr/an)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Surianto