Ingin Wujudkan Babel Provila, Ini Pesan Gubernur Erzaldi

PANGKALPINANG--Tugas mengurus anak bukan hanya menjadi tanggung jawab istri atau ibu-ibu saja,  namun ini juga menjadi tugas dan tanggung jawab suami, Sejauh mana keterlibatan suami dalam menjaga dan mengurus anak di dalam rumah tangga.

 

Demikian disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Provinsi Layak Anak (Provila) di ruang Pasir Padi Lantai 3 Kantor Gubernur Babel Jumat (1/3/2019). Acara ini dihadiri oleh Bupati/Walikota se-Babel beserta OPD terkait baik dari Kabupaten/Kota dan Kepala OPD dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

"Maraknya kasus LGBT dan pergaulan bebas ini dimulai dari keluarga, jika bapak dan ibunya sudah benar-benar siap menjadi orangtua tentu akan terbentuk keluarga yang sehat dan sejahtera maka tidak akan terjadi hal seperti itu" jelas Gubernur Erzaldi.

Selanjutnya Gubernur Erzaldi menjelaskan bahwa penghargaan layak anak ini merupakan bonus, yang utama adalah bagaimana dalam prosesnya semua stakeholder mengerjakan ini dari hati demi membangun generasi yang berkualitas. 

"lingkungan pergaulan yang sehat memerlukan dukungan dari semua unsur utamanya agama, alim ulama, guru, orangtua,  lingkungan"tambah Erzaldi.

Rakor ini menghadirkan narasumber Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Lenny N Rosalin. Lenny menekankan pentingnya memenuhi 24 indikator KLA terutama pada empat kluster pertama yang merupakan kluster pencegahan.

"contohnya cluster pertama hak sipil dan kebebasan,  kita kuatkan anak-anak kita dengan hak dasarnya yaitu kepemilikan akta karena banyak kasus traficking terjadi itu pada anak yang tidak punya akte sehingga data si anak bisa dimanipulasi datanya, beri akses informasi kepada anak dan libatkan anak dalam pembangunan." jelas Lenny.

"yang kedua kita harus menguatkan keluarga dan kami membuat program dari kementerian yaitu dengan membentuk Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dengan memberikan pengertian bahwa keluarga itu sangat penting keluarga merupakan tiang pertama dan utama dalam membangun anak, jika keluarganya kuat maka insyaAllah anak-anak yang tumbuh didalamnya juga menjadi anak-anak yang baik"tambahnya.

Yang ketiga yaitu kesehatan dasar anak, perhatikan persalinan di fasilitas kesehatan,  gizi anak, air minum dan sanitasi serta kawasan tanpa rokok dan tanpa iklan rokok, ini harus dipenuhi jika mau dibilang Kabupaten/Provinsi yang layak anak. Dan yang keempat menguatkan unsur pendidikan, semua anak harus bersekolah minimal tamat SMA hingga wajib belajar 12 tahun terlaksana, tidak ada anak yang bekerja tidak ada perkawinan di usia anak.

"kita semua harus bersinergis, mulai dari pemimpin daerah, DPRD, penehak hukum, LSM,  dunia usaha, masyarakat, perguruan tinggi bisa membuat komitmen bersama demi mewujudkan daerah yang layak anak sehingga menghasilkan generasi yang berkualitas" terang Lenny.

Lenny juga menjelaskan kita harus memperhatikan alokasi waktu dan lokus dimana anak berada,  8 jam anak disekolah,  8 jam anak di rumah,  8 jam anak berada pada tempat lainnya, semua lokus ini tak aman bagi anak contohnya banyak berita anak menjadi korbang perkosaan oleh anggota keluarga, anak menjadi korban perkosaan guru agama disekolah,  dan anak menjadi korban pedofil di taman bermain yang gelap kurang penerangan, ini memperlihatkan ketiga lokus ini tidak aman untuk anak-anak. 

"Jadi mari berikan yg terbaik bagi anak-anak di Babel ini, intinya dari 2/3 (penduduk dewasa) untuk menjaga 1/3(anak-anak) di babel ini" tutup Lenny. 

Acara Rakor ini ditutup oleh Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti. Susanti mengajak seluruh peserta yang hadir untuk sama-sama bergerak melalui program-program kerjanya untuk mewujudkan Bangka Belitung Provinsi yang Layak Anak. 

 

Sumber: 
Dinas DP3ACSKB
Penulis: 
Lisia Ayu
Fotografer: 
Sentosa