Irsyad Lulusan Terbaik Diklatpim IV Angkatan XXI

Pangkalpinang – Muhammad Irsyad menjadi lulusan terbaik Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan XXI tahun 2015. Aparatur dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Belitung ini meraih nilai 87,2 dengan kategori kelulusan sangat memuaskan.

Menduduki posisi kedua yakni, Linda dari UPTD Puskesmas Manggar, Kabupaten Belitung Timur dengan perolehan nilai 85,5. Selanjutnya Darmawis aparatur RSUP Kepulauan Bangka Belitung dengan nilai 85 dan ikuti Bambang Hutagalung dari Biro Pembangunan Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan nilai 83,9.

Sedangkan peserta lulusan terbaik kelima, Oskan Firhan aparatur Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan nilai 83. Sebanyak 39 peserta yang telah menduduki jabatan eselon IV di pemerintah provinsi dan kabupaten mengikuti kegiatan ini.

Adapun rincian jumlah peserta tersebut terdiri dari, 27 aparatur pemerintah provinsi, empat dari Pemerintah Kabupaten Belitung dan delapan lainnya dari Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Selama 97 hari peserta digembleng di Badan Diklat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pendidikan ini dibiaya negara melalui APBD maupun APBN. Peserta pendidikan hendaknya dapat menyerap ilmu atau teori yang telah disampaikan widyaiswara dalam kelas. Selanjutnya ilmu tersebut diaplikasikan ketika melaksanakan pekerjaan.

“Bagi peserta yang mendapatkan nilai terbaik, hendaknya dipromosikan untuk menduduki jabatan-jabatan strategis,” saran Wagub saat menutup Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XXI, di Badan Diklat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (17/6/2015).

Aparatur yang telah lulus dengan nilai terbaik, tegasnya, harus diberikan tantangan dalam melaksanakan pekerjaan. Sebab jika tidak diberikan tantangan, pelaksanaan pendidikan ini menjadi tidak maksimal. Untuk itu perlu dipraktekan sehingga ilmu yang telah diterima aparatur tidak hilang.

Pendidikan ini merupakan langkah awal menjalani pekerjaan yang mempunyai risiko lebih dari pekerjaan sebelumnya. Ia menambahkan, karena pekerjaan atau karir harus diraih atas dasar kemampuan. Jangan sampai mengejar jabatan dilakukan dengan cara melobi, bukan dengan meningkatkan pengetahuan dan pendidikan seorang aparatur.

“Jangan berharap karena dekat dengan Gubernur, Wagub atau Sekda bisa mendapat jabatan. Lalu, setelah menempati jabatan tersebut tidak mengerti yang akan dilakukan,” ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari