Jadikan Budaya Lokal ‘Magnet’ Wisatawan

Pangkalpinang – Tak hanya potensi keindahan alam yang dapat dijual Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menarik wisatawan. Sebab masih banyak potensi lain yang dapat dikembangkan, salah satunya pemberdayaan budaya lokal. Pasalnya Bangka Belitung memiliki akulturasi suku-suku yang beragam.

“Pemberdayaan budaya lokal dan destinasi wilayah dapat memberikan kontribusi signifikan secara ekonomi. Hal ini tidak terlepas dari lokasi kita yang stategis, dan didukung alkulturasi suku-suku,” kata Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat membuka Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata se-Babel, di Hotel Puncak, Senin (16/03/2015).

Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan. Ia menambahkan, potensi pariwisata alam yang indah hendaknya dapat didukung dengan kebudayaan beraneka ragam. Dua faktor tersebut tidak bisa dipisahkan, sebab dengan menampilkan kebudayaan dapat membuat wisatawan ingin lama berada di Bangka Belitung.

Meningkatnya jumlah, dan lamanya wisatawan berkunjung ke Bangka Belitung berdampak positif terhadap perkembangan sektor ekonomi. Gubernur mengatakan, untuk menjadikan sektor pariwisata tumbuh dan bergemah harus didukung infrastruktur dan sumber daya manusia berkualitas. Pengembangan infrastruktur hendaknya mendapatkan dukungan pemerintah pusat, terutama dalam persoalan energi.

"Kenaikan jumlah wisatawan memberikan multi efek terhadap sektor lain. Kita harap semua ini sesuai dengan harapan,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menggali potensi wisata. Selain itu dapat mensinergikan program-program guna membangkitkan sektor pariwisata. Pasalnya pariwisata menjadi sektor penting menggantikan sektor pertambangan. Tampak hadir dalam kegiatan ini kepala Bappeda, kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota, dan pelaku bisnis di bidang pariwisata.

Hal senada disampaikan KA Tajuddin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia menjelaskan, tema rakor mengenai “Review Rencana Strategis Kebudayaan dan Pariwisata dalam Konteks Sinkronisasi dan Keterpaduan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung”.

Rakor ini bertujuan menyatukan konsep dalam menyusun program pariwisata di Bangka Belitung tahun 2016. Ia menambahkan, kegiatan ini juga sebagai ajang evaluasi program yang telah dilaksanakan. Program pembangunan pariwisata kebudayaan tentunya harus sejalan dengan visi misi gubernur sampai tahun 2017.

Perlu sinergis dan koordinasi untuk mengembangkan sektor kebudayaan dan pariwisata. Selain itu, jelasnya, harus dapat menyatukan persepsi dan mengkomunikasikan hal–hal yang dapat menghasilkan kesepakataan di bidang pariwisata berdasarkan isu-isu utama.

“Kita akan membahas mengenai kebijakan pembangunan pariwisata, isu pembanguan pariwaisata, rencana aksi terkait gerhana matahari pada Maret 2016 di Belitung,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari