Jadikan Desa Subjek Pembangunan

Beltim – Teknologi membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan mudah. Untuk itu, melalui kegiatan DesTIKa di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur masyarakat diperkenalkan dengan teknologi. Sebab pemerintah pusat ingin memperkuat pondasi negara melalui pembangunan masyarakat desa.

Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika RI mengatakan, keberadaan desa sangat penting menunjang pembangunan suatu negara. Saat ini harus terus digalakkan upaya agar teknologi informasi dimanfaatkan masyarakat desa. Sebab pemerintah pusat tidak menganggap desa sebagai objek pembangunan, melainkan desa menjadi subjek pembangunan.

Ia mencontohkan, nelayan harus mendapat pelayanan teknologi agar mengetahui kondisi cuaca dalam tiga hari ke depan “Masyarakat harus mengetahui ketinggian gelombang,” jelasnya saat membuka Festival DesTIKa, di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Senin (15/6/2015).

Hal senada dikatakan Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, masyarakat harus melek teknologi, sehingga bersinergi dengan desa-desa lainnya. Desa juga harus mandiri, berdaya dan maju sesuai semangat Festival DesTIKa. Teknologi informasi dapat digunakan menggerakkan partisipasi masyarakat menjadi kreatif dan produktif.

Lebih jauh ia mengatakan, TIK harus terintegrasi dengan sistem informasi agar dapat menggali potensi desa. Melalui festival DesTIKa bisa melahirkan ide-ide kreatif guna menunjang proses pembangunan. Hal ini sejalan dengan cita-cita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, manfaatkan momen ini untuk menyamakan persepsi membangun desa.

“Tata kelola desa harus berbasis TIK agar dapat bersinergi. Sebab TIK sudah merambah hingga ke desa-desa,” ungkapnya.

Sementara Basuri Tjahaja Purnama Bupati Belitung Timur mengungkapkan, desa merupakan salah satu tujuan pembangunan, sehingga memerlukan banyak stimulus. Belitung Timur telah memberikan Rp1 miliar untuk satu desa, dan ini telah memasuki tahun ketiga. Telah dibangun kepercayaan untuk membangun kota dimulai dari desa. Jika desa maju, kota maju, negara juga akan menjadi maju.

“Profesionalitas, transparansi sangat memudahkan melakukan pembangunan di desa,” tegasnya.

Sebelumnya Budiman Sujadmiko Ketua Pelaksana Festival DesTIKa tahun 2015 menjelaskan, desa dapat diibaratkan kaki penopang tubuh. Sedangkan TIK merupakan saraf berfungsi membentuk tubuh bangsa. Jika terdapat masalah dalam tubuh, biasanya dalam pijak reflesi selalu memijat bagian kaki. Sebab di bagian kaki terdapat seluruh saraf tubuh.

“DesTIKa dapat diibaratkan orang-orang yang ahli pijak refleksi. Sejumlah informasi di desa diurai, sehingga dapat diketahui permasalahan negara. Ini makna filosofis pelaksanaan kegiatan DesTIKa,” jelasnya

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky | Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari