Jaga Kondisi Agar Tetap Kondusif

Sungailiat – Kondisi di Bangka Belitung selalu kondusif. Sejak pemungutan suara pada Pilpres 9 Juli lalu hingga saat ini tidak terjadi gejolak berarti. Hal tersebut disebabkan masih tingginya rasa kebersamaan dan kuatnya tali silaturahmi di antara masyarakat Bangka Belitung.

“Kita baru saja menggunakan hak pilih dalam pemilihan presiden. Semoga masyarakat Kabupaten Bangka tidak ikut-ikutan merusuh seperti di daerah lain,” demikian pesan disampaikan Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat memberikan sambutan Safari Ramadan 1435 H, di Masjid Nurul Huda, Parit Padang, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (10/7/2014).

Apresiasi tinggi disampaikan Gubernur atas terlaksananya pemilihan presiden yang aman. Masyarakat diingatkan untuk dapat menerima hasil akan ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta menjaga kondisi di wilayah Kabupaten Bangka agar tetap kondusif, aman, damai dan sejuk.

“Siapapun yang menjadi presiden kita kelak, harus kita terima. Jaga stabilitas daerah dan ekonomi, terutama dari sisi investasi,” harapnya.

Perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memakmurkan masjid ditunjukan dengan memberi sejumlah bantuan. Sebagaimana masjid yang menjadi tempat kunjungan Safari Ramadan sebelumnya, Masjid Nurul Huda juga mendapatkan bantuan di antaranya, kipas angin, sound sistem dan vacum cleaner dan beberapa perlengkapan masjid lainnya. Bantuan tersebut secara simbolis diberikan Gubernur kepada pengurus masjid setempat.

“Kami datang bersama Sekda dan juga pimpinan SKPD di lingkungan pemerintah provinsi. Tujuannya untuk bersilaturahim, saling mengenal agar hubungan silaturahim dapat terjaga dengan baik,” harapnya.

H Abdul Yazid, Pengurus Masjid Nurul Huda Parit Padang mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan Gubernur dalam agenda Safari Ramadhan 1435 H. Sebab dengan adanya kunjungan ini masyarakat dapat bertatap muka langsung dengan Gubernur.

“Kami bersyukur kegiatan ini sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya.

Sementara itu H Sahirman saat menyampaikan tausiah menjelaskan, salah satu persoalan penting bagi manusia adalah menjaga hawa nafsu amarah. Dan hanya dengan puasalah seseorang mampu mengendalikan amarah atau hawa nafsu.

“Dengan berpuasa kita mampu mengendalikan hawa nafsu, maka berpuasalah," tegasnya.(fa/sc/ami)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina | Suci Lestari
Fotografer: 
Suci Lestari
Editor: 
Fajrina