Jangan Hanya Teriak, Tapi Bantu PLN !

Koba – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengajak masyarakat membantu PLN membangun jaringan transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 KV. Bantuan tersebut dapat dilakukan dengan mempercepat proses pembebasan lahan untuk kebutuhan lapak tower. Selain itu kepala daerah harus memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya jaringan listrik yang sedang dibangun PLN.

“Jangan hanya berteriak membutuhkan listrik, tetapi tidak mendukung pembangunan jaringan PLN. Pembangunan jaringan tersebut untuk mengindari terjadinya gangguan distribusi energi kepada masyarakat, agar energi listrik dapat diterima lebih baik,” tegas Gubernur saat Rapat Koordinasi Gubernur dengan Bupati dan Walikota se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di ruang pertemuan VIP Pemda Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (29/10/2015).

Menurut laporan, jelasnya, PLN mengalami kesulitan pembebasan lahan di daerah-daerah tertentu. Hal Ini kemungkinan dikarenakan faktor pamahaman. Untuk itu Bupati melalui perangkatnya dapat memanggil masyarakat yang tidak bersedia membebaskan lahan. Aturan pembebasan lahan sudah jelas, jika tiga kali tidak mau diajak bernegoisasi selesaikan melalui pengadilan. Namun semua ini harus melalui proses mendengarkan aspirasi masyarakat.

Dadi Murihno GM Unit Induk Pembangunan III Wilayah Sumatera mengatakan, transmisi Pangkalpinang-Air Anyer sudah selesai dibangun dan telah beroperasi sejak tahun 2010 lalu. Saat ini sedang melakukan pengerjaan transmisi SUTT Pangkalpinang-Koba dan Pangkalpinang-Kelapa. Kemudian menyusul pembangunan transmisi Koba-Toboali. Sedangkan ke arah barat dilakukan pembangunan transmisi dari Kelapa-Mentok.

“Untuk pemasangan kabel laut yang menghubungkan Pulau Bangka dengan Sumatera sedang dalam proses lelang di pusat. Kabel tersebut akan bertemu dengan gardu induk Tanjung Api-api yang sudah beroperasi,” jelasnya.

Menyinggung mengenai transmisi 70 KV di Belitung dari pembangkit listrik Suge ke Dukong sudah selesai dibangun. Ia menambahkan, kemudian dilanjutkan pembangunan dari Dukong ke Manggar yang saat ini dalam proses inventarisasi lahan. Jika pembebasan lahan telah selesai, selanjutnya pihak PLN melaksanakan pembangunan kontruksi instalasi. Karena sebagai syarat mengerjakan konstruksi setelah selesai pembebasan lahan.

“Gardu induk yang sudah selesai dibangun ada di Pangkalpinang, Sungailiat dan Air Anyer. Sedangkan untuk Koba, sedang dalam pembangunan. Namun gardu induk di Koba secara fisik sudah bisa dikatakan selesai, tinggal menunggu testing dan posisioning. Sebab masih menunggu transmisi Pangkalpinang-Koba selesai dibangun,” paparnya.

Gardu induk di Muntok diperkirakan selesai dibangun tahun 2017 mendatang sambil menunggu transmisi dari Kelapa-Muntok. Menurut Dadi, begitu juga dengan gardu induk Toboali yang masih menunggu transmisi dari Koba-Toboali. Mengenai kemajuan pembebasan lahan pembangunan tower dari Pangkalpinang-Kelapa sudah selesai sekitar 95 persen. Sebab dari 186 lokasi pembangunan tower, sekitar 176 lahan sudah dibebaskan atau tinggal sepuluh tower.

“ Sedangkan pembebasan lahan Pangkalpinang-Koba, dari total 224 titik tower sudah bebas 216 titik atau sudah selesai sekitar 96 persen. Kemajuan pembebasan lahan ini suatu yang menggembirakan. Sebab untuk transmisi, PLN mengalami kendala pembebasan lahan. Namun di Bangka Belitung secara umum boleh dikatakan cepat dibandingkan daerah lain,” ungkap Dadi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya