Jokowi Bagikan Empat Kartu ‘Sakti’

Pangkalpinang – Sebanyak 338 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dibagikan Joko Widodo Presiden RI di Kelurahan Tua Tunu, Kota Pangkalpinang, Minggu (21/6/2015). Tak hanya itu, sebab Jokowi juga membagikan 1508 Kartu Indonesia Sehat (KIS), 631 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 20 Kartu Asistensi Penyandang Disabilitas Berat.

Pantuan Babelprov.go.id, sekitar pukul 06.20 WIB masyarakat Tua Tunu sudah mulai memasuki halaman Masjid Raya Tua Tunu. Setiap masyarakat harus melalui metal detector. Sekitar pukul 08.45 WIB, Puan Maharani Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memasuki halaman masjid. Kemudian disusul Sofyan Djalil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Selanjutnya rombongan RI 1 menyusul memasuki halaman masjid. Tidak ada penyambutan khusus untuk Jokowi. Sebelum memasuki halaman masjid, Jokowi menyempatkan diri bersalaman dengan masyarakat yang menunggu di luar halaman masjid.

Pemegang KKS akan menerima Rp600.000 yang bisa diambil kapanpun, baik secara bertahap maupun semuanya. Pada kesempatan sama dibagikannya KIS sebanyak 1508 orang dan Kartu Asistensi Penyandang Disabilitas Berat kepada 20 anak di Kelurahan Tua Tunu sebesar Rp300.000/bulan.

“Saya titip, apabila ada pelayanan yang tidak baik kepada Bapak, Ibu, dan Adik-adik berkaitan dengan kartu-kartu, bisa lapor ke walikota, Gubernur. Apabila tidak ada tanggapan lapor ke saya. Caranya gimana? Melalui SMS, ini no hp saya 08122600960,” kata Jokowi.

Siswa pemegang 631 KIP di Kelurahan Tua Tunu akan mendapatkan bantuan dana dengan rincian, siswa SD menerima Rp450.000, siswa SMP Rp750.000 dan siswa SMA dan SMK senilai Rp1.000.000. Uang tersebut diterima siswa pada setiap kenaikan kelas.

“Ingat uang ini digunakan untuk membeli buku, sepatu, seragam dan kegiatan sekolah, bukan untuk beli pulsa. Kalau digunakan untuk membeli pulsa kartunya akan dicabut,” tegas Jokowi

Jokowi berpesan kepada siswa, jika ingin pintar harus rajin belajar dan sekolah. Sehabis subuh belajar, sore buat PR dan malam hari dilanjutkan belajar. Karena kompetisi dan persaingan berlangsung cepat. Pemerintah membagikan kartu-kartu ini  dari Sabang sampai Merauke.

Jumlah penerima KIS sebanyak 86,4 juta orang, KIP 20 jutaan siswa dan KKS sebanyak 16 juta keluarga di daerah seluruh Indonesia. Anggaran diambil dari subsidi BBM, sebab sebelumnya yang menikmati subsidi BBM sekitar 82 persen merupakan orang yang menggunakan mobil.

“Yang disubsidi seharusnya yang tidak mampu, sekarang kita alihkan. Ada untuk anggaran kartu-kartu, irigasi, pertanian, pembelian jaring dan alat untuk nelayan dan juga untuk jalan, trans Sumatera dan Insya Allah trans Kalimatan, Sulawesi dan Papua,” ungkap Jokowi.

Tidak hanya membagikan kartu, sebab Jokowi juga menyempatkan diri berdialog dengan para penerima kartu dan mengajukan pertanyaan dengan hadiah sepeda. Sebanyak lima unit sepeda dibagikan Jokowi saat dialog.

Jokowi menitipkan agar kartu-kartu yang dibagikan dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Untuk KIS, kalau sakitnya hanya batuk atau flu sebaiknya ke Puskesmas saja. Kalau penyakitnya ternyata berat barulah dirujuk Puskesmas ke rumah sakit, dan semuanya tidak dipungut biaya.

Sedangkan untuk pemegang KKS, Puan Maharani berpesan agar masyarakat tidak rebutan dalam pengambilan uang. Karena uangnya ada dan tidak perlu takut uang  itu hilang. Selama Bapak dan Ibu memegang kartu dapat mengambil uangnya kapan saja.

“Kartu-kartu ini memang sengaja diberikan negara kepada masyarakat secara bertahap. Insya Allah bisa berguna bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Puan.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Huzari