Juli, Nilai Ekspor Babel Meningkat 1,39 Persen

Pangkalpinang – Komoditi ekspor Bangka Belitung meningkat. Juli lalu nilai ekspor menembus angka US$175,84 juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 1,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka US$173,43 juta. Nilai total ekspor tersebut terbagi atas ekspor timah sebesar US$147,48 juta dan non timah sebesar US$28,36 juta.

Demikian disampaikan Herum Fajarwati Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (1/9/2014). Ia menambahkan, ekspor timah masih menominasi dengan peran 83,87 persen dari jumlah ekspor Bangka Belitung. Terhitung dari Januari hingga Juli, negara tujuan utama ekspor yakni Singapura.

“Nilai ekspor Januari hingga Juli ke Singapura menembus angka US$717,01 juta atau 76,9 persen dari keseluruhan ekspor timah. Diikuti negara Belanda dengan nilai US$90,71 juta atau sekitar 9,7 persen, Amerika Serikat senilai US$ 35,01 juta atau sekitar 3,8 persen” jelasnya.

Menempati urutan keempat negara tujuan ekspor timah yaitu Jepang. Dikatakan Herum, nilai ekspor timah ke Jepang sebesar US$25,77 juta atau sekitar 2,8 persen. Selanjutnya diikuti India senilai US$18,95 juta atau sebesar dua persen. Selain timah, Bangka Belitung juga mempunyai komoditi ekspor lainnya seperti, minyak atau lemak hewani dan nabati, rempah-rempah, kopi, berbagai barang logam dasar, karet, dan golongan barang berbagai produk kimia.

Komoditi utama penyumbang ekspor non timah terbesar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di bulan Juli berdasarkan kode Harmonized System (HS) dua digit yaitu golongan minyak atau lemak hewani dan nabati. Menurut Herum, nilai ekspor komoditi itu sebesar US$108juta atau mengambil peran sebesar 66,7 persen terhadap total ekspor non timah Bangka Belitung.

“Setelah itu diikuti nilai ekspor komoditas kopi, teh dan rempah-rempah berada di angka US$17,3 juta, barang logam dasar sebesar US$15,7 juta. Sementara nilai ekspor karet dan barang karet sebesar US$9,9 juta atau sebesar 6,1 persen. Ekspor non timah Babel bulan Juli ini mengalami peningkatan nilai US$28,36 juta dari bulan Juni 2014 atau meningkat sebesar 16,05 persen,” tegasnya.

Mengenai negara tujuan ekspor komoditi non timah, jelas Herum, Singapura menempati urutan pertama dengan nilai ekspor mencapai US$11,5 juta. Jumlah ini naik hingga di atas 130,7 persen dibandingkan nilai ekspor Juni lalu. Adapun komoditi ekspor terbesar adalah crude palm oil dan lada putih. Sedangkan di posisi kedua yaitu Pakistan dengan nilai ekspor mencapai US$7,2 juta dengan komoditas crude palm oil.

“Negara Vietnam menempati urutan ketiga sebagai negara tujuan ekspor Bangka Belitung dan disusul China. Sementara Bangladesh dan Korea tidak ada nilai ekspor. Namun nilai ekspor non timah ke tujuh negara utama periode Januari hingga Juli 2014 mencapai US$155 juta, naik sebesar 61,6 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya,” tandasnya.(rf/*an)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Surianto
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Surianto