Kabupaten/Kota Giliran Rayakan Hari Jadi Provinsi

PANGKALPINANG – Peringatan Hari Jadi ke-14 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika selama ini kerap dilaksanakan di ibukota provinsi, maka mulai tahun 2014 Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berencana mengadakannya secara bergilir di kabupaten/kota. Kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (3/11/2014), Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi mengemukakan akan memberikan kesempatan bagi masyarakat kabupaten/kota di Babel untuk bersama-sama merayakan peringatan hari jadi provinsi. Untuk tahun ini, acara perayaan akan dilaksanakan di Kabupaten Belitung. “Kita sudah berdiskusi dengan panitia, kalau bisa kegiatan-kegiatan non formal pada peringatan ulang tahun provinsi dapat diadakan secara bergiliran di kabupaten/kota. Kalau kegiatan formalnya seperti sidang paripurna tetap dilaksanakan di ibukota provinsi yakni di Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Gubernur Rustam Effendi. Rencana perayaan di tujuh kabupaten/kota agar kemeriahannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Sekaligus berpartisipasi dengan memasang umbul-umbul di depan rumah dan sepanjang jalan utama. Dikatakan Gubernur, pembentukan provinsi merupakan buah perjuangan dari seluruh komponen masyarakat Pulau Bangka dan Pulau Belitung yang dibuktikan dengan terbitnya UU Nomor 27 tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 21 November 2000. Karena itu sangatlah wajar peringatannya dapat diadakan secara bergiliran. Apabila selama ini momentum hari jadi hanya diketahui oleh elit politik dan pejabat di provinsi, sementara warga yang ada di tujuh kabupaten/kota tidak mengetahui tentang hari jadi provinsinya karena perayaannya selalu dipusatkan di ibukota provinsi. "Maka saya menyarankan kepada panitia, mari ini dijadikan pesta rakyat, agar tanggal 21 November setiap tahun itu benar-benar diketahui dan dikenal sebagai hari jadi provinsi. Semua kabupaten/kota dapat melaksanakan apel dan mengibarkan umbul-umbul dalam memeriahkan hari jadi," imbuh Gubernur. Gubernur membandingkan dengan peringatan dan perayaan hari jadi Jakarta yang berlangsung semarak hingga satu bulan penuh. Hal itu karena adanya partisipasi bersama pemerintah, swasta dan masyarakat. Dalam kesempatan itu juga mantan wakil gubernur ini menjelaskan kemajuan yang dicapai sejak Bangka Belitung diresmikan menjadi provinsi kepulauan pada 21 November 2000. Menurutnya, indeks meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 500 miliar dan nilai APBD yang mencapai Rp 2 triliun, mengindikasikan perubahan dinamis dari sebuah wilayah provinsi yang baru berkembang. Begitu pula dengan pembangunan infrastruktur di setiap kabupatem/kota terus dibenahi. "Kita juga sedang membangun dua bandara di Pangkalpinang dan di Tanjungpandan, serta mempersiapkan untuk menjadikannya sebagai pelabuhan udara internasional," terangnya. Gubernur juga merespon adanya keinginan masyarakat untuk menambah jumlah kabupaten pemekaran, seperti rencana pembentukan Kabupaten Bangka Utara. Hal itu dinilai dapat mendorong tingkat partisipasi dan persaingan positif antar wilayah kabupaten/kota. Untuk mewujudkannya dibutuhkan semangat tinggi dan kokohnya kekompakan semua pihak yang berkompeten sebagaimana momentum perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. "Kenapa harus dilarang, dan saya merespon keinginan itu. Akan tetapi jika sudah jadi, tolong benar-benar dijaga pertumbuhannya agar bisa berlari lebih cepat daripada kabupaten lainnya. Jangan sampai statusnya turun sehingga kembali bergabung ke kabupaten induknya," pinta Gubernur Rustam Effendi. (ism/nata-tim mc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ismail | Nata
Fotografer: 
Ismail
Editor: 
Ismail