Kadinsos Babel Ajak Orang Tua dan Guru Terus Gali Bakat ABK

Belinyu - Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan pendekatan ke sekolah-sekolah inklusif di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka yang dipusatkan di SLB YPN Belinyu, Selasa (21/01). Ragam kegiatan meliputi layanan screening kesehatan, penyuluhan sosial, observasi terapi wicara, dan konsultasi psikologi. 

Kegiatan ini dihadiri oleh guru dan orang tua anak berkebutuhan khusus, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus, lingkungan yang memungkinkan anak tumbuh dan berkembang secara wajar, serta dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara nyaman dan terbuka. 

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak yang mengalami kelainan, baik secara fisik, mental, intelektual, sosial, maupun emosional yang berpengaruh signifikan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.
Penanganan anak berkebutuhan khusus membutuhkan perjuangan ekstra, tak hanya pengetahuan dalam membimbing, tetapi juga butuh kesabaran dalam praktiknya. 

Kegiatan ini memberikan persepsi baru bagi orang tua dan guru dalam mendidik anak-anak serta diharapkan dapat memupuk rasa empati. Beberapa kasus yang kerap hadir di media menjadi salah satu alasan para orang tua khawatir menyekolahkan putra dan putri mereka yang berkebutuhan khusus di sekolah formal. Mereka khawatir akan terjadinya bullying, karena tidak semua orang dapat menerima anak berkebutuhan khusus.

Dalam sambutannya, Aziz Harahad, S.H. selaku Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengajak para orang tua dan guru untuk tidak henti-hentinya menggali bakat  yang masih tersimpan pada anak didik mereka. Hal ini merupakan jalan panjang yang semata-mata bukan hanya tanggung jawab mereka, bahkan Pemerintah Provinsi Kepuluauan Bangka Belitung juga siap dan hadir membantu. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SLB YPN Belinyu, Rika Perawati menyatakan, bila orang tua tidak dapat menerima kondisi anaknya, maka ditakutkan mereka akan mengabaikan anak tersebut. Padahal, pada usia itu anak berkebutuhan khusus justru sedang membutuhkan sosok orang yang dapat dipercaya dan memberikan pengasuhan yang layak dan baik. Anak akan tau figur yang akan mengasihani dan menyayangi mereka dengan tulus dan apa adanya. Oleh karena itu, mari bersama membangun masa depan anak berkebutuhan khusus.

Sumber: 
Dinas Sosial
Penulis: 
Denny Kamajaya
Fotografer: 
Denny Kamajaya
Editor: 
uki