Kadiskominfo Sudarman Ingin Bangka Belitung Terbebas dari Blank Spot

JAKARTA -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya mengurangi daerah blank spot (tak terjangkau jaringan internet). Sebab masih ada beberapa daerah signal lemah dan blank spot. Langkah ini dilakukan guna mendongkrak serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sudarman Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, data beberapa daerah blank spot sudah diinformasikan dalam rakor kali ini. Sebelumnya berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya mengkomunikasikan dengan pihak operator.

"Usaha yang dilakukan melalui komunikasi dengan pihak operator untuk menaikkan power sehingga coveringnya terjangkau," kata Kadiskominfo Sudarman usai rapat dengan Direktorat Pengembangan Pitalebar, Dirjen PPI, Kemenkominfo RI, Rabu (19/6/2019).

Ini merupakan tindak lanjut dari rakor dan audiensi dengan DPRD tanggal 24 Mei lalu. Rapat yang digelar di Ruang Harmoko, Gedung Utama, Kemenkominfo ini diikuti berbagai pihak terkait di antaranya Komisi I DPRD Bangka Belitung.

Rapat yang dibuka Direktur PPI Kemenkominfo RI, Dadang ini juga mengundang pihak penyelenggara telekomunikasi dan sejumlah kepala Diskominfo se Bangka Belitung. 

Menurut Kadiskominfo Sudarman, langkah lain yang dapat dilakukan guna mengatasi blank spot, mendirikan tower mini. "Ini sebelum dibangun tower dengan kualitas baik. Saat ini untuk signal 4g hanya ada di ibukota kabupaten/kota," tegasnya.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mansyah mengatakan, sudah beberapa kali pertemuan dengan komisi I membahas persoalan ini. Diharapkan daerah blank spot ini bisa segera teratasi.

"Hal ini mengingat, Bangka Belitung sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata. Adanya signal kuat minimal 3g diharapkan dapat mengangkat potensi ekonomi masyarakat," kata Mansyah.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari