Kajati Babel Menyampaikan Beberapa Penyebab Terjadinya Korupsi, Ini Katanya

Pangkalpinang – Praktik korupsi dapat terjadi di mana saja dan kepada siapa saja, mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas, dan bisa dilakukan secara sadar ataupun tidak. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan.  

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Ranu Mihardja, saat bertatap muka dengan para pejabat eselon II, III, dan IV lingkungan setda, di Ruang Pasir Padi , Kantor Gubernur Kep. Bangka Belitung, Senin (13/01).

Pembicaraan mengenai korupsi ini dikatakan Ranu Mihardja agar para pejabat publik tidak terjerat kasus korupsi.

“Pemerintah sudah banyak melakukan upaya pencegahan, penindakan, maupun reformasi birokrasi. Tapi tetap, korupsi masih bisa saja terjadi di berbagai sektor,” jelasnya.

Menurutnya, banyak hal yang dapat menyebabkan korupsi, salah satunya berasal dari pola hidup individu yang boros. Hal ini dapat menyebabkan tekanan, yang mana tekanan tersebut berupa dorongan yang dapat menyebabkan seseorang melakukan fraud.

“Contohnya seperti hutang atau tagihan yang menumpuk, gaya hidup mewah, ketergantungan narkoba, dan lainnya yang pada umumnya adalah masalah finansial, tetapi banyak juga yang hanya terdorong oleh keserakahan,” ungkapnya.

Kemudian, korupsi bisa juga terjadi karena kelemahan sistem yang dapat memberikan kesempatan atau peluang yang memungkinkan fraud terjadi.

“Biasanya disebabkan karena internal kontrol suatu organisasi yang lemah, kurangnya pengawasan, dan/atau penyalahgunaan wewenang,” jelasnya.

Selain itu, penyebab korupsi bisa terjadi karena faktor lingkungan. Terkadang, pelaku mencari pembenaran atas tindakannya, misalnya, untuk membahagiakan keluarga dan orang-orang yang dicintainya atau karena merasa berhak.

“Masa kerja pelaku cukup lama dan dia merasa berhak mendapatkan lebih dari yang telah dia dapatkan sekarang,” kata Ranu.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Saktio